Senin, 09 Juli 2012

ramadhan

1. Berdoalah agar Allah swt. memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan bulan Ramadan dalam keadaan sehat wal afiat. Dengan keadaan sehat, kita bisa melaksanakan ibadah secara maksimal di bulan itu, baik puasa, shalat, tilawah, dan dzikir. Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. apabila masuk bulan Rajab selalu berdoa, ”Allahuma bariklana fii rajab wa sya’ban, wa balighna ramadan.” Artinya, ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban; dan sampaikan kami ke bulan Ramadan. (HR. Ahmad dan Tabrani) Para salafush-shalih selalu memohon kepada Allah agar diberikan karunia bulan Ramadan; dan berdoa agar Allah menerima amal mereka. Bila telah masuk awal Ramadhan, mereka berdoa kepada Allah, ”Allahu akbar, allahuma ahillahu alaina bil amni wal iman was salamah wal islam wat taufik lima tuhibbuhu wa tardha.” Artinya, ya Allah, karuniakan kepada kami pada bulan ini keamanan, keimanan, keselamatan, dan keislaman; dan berikan kepada kami taufik agar mampu melakukan amalan yang engkau cintai dan ridhai. 2. Bersyukurlah dan puji Allah atas karunia Ramadan yang kembali diberikan kepada kita. Al-Imam Nawawi dalam kitab Adzkar-nya berkata, ”Dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan kebaikan dan diangkat dari dirinya keburukan untuk bersujud kepada Allah sebagai tanda syukur; dan memuji Allah dengan pujian yang sesuai dengan keagungannya.” Dan di antara nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada seorang hamba adalah ketika dia diberikan kemampuan untuk melakukan ibadah dan ketaatan. Maka, ketika Ramadan telah tiba dan kita dalam kondisi sehat wal afiat, kita harus bersyukur dengan memuji Allah sebagai bentuk syukur. 3. Bergembiralah dengan kedatangan bulan Ramadan. Rasulullah saw. selalu memberikan kabar gembira kepada para shahabat setiap kali datang bulan Ramadan, “Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka.” (HR. Ahmad). Salafush-shalih sangat memperhatikan bulan Ramadan. Mereka sangat gembira dengan kedatangannya. Tidak ada kegembiraan yang paling besar selain kedatangan bulan Ramadan karena bulan itu bulan penuh kebaikan dan turunnya rahmat. 4. Rancanglah agenda kegiatan untuk mendapatkan manfaat sebesar mungkin dari bulan Ramadan. Ramadhan sangat singkat. Karena itu, isi setiap detiknya dengan amalan yang berharga, yang bisa membersihkan diri, dan mendekatkan diri kepada Allah. 5. Bertekadlah mengisi waktu-waktu Ramadan dengan ketaatan. Barangsiapa jujur kepada Allah, maka Allah akan membantunya dalam melaksanakan agenda-agendanya dan memudahnya melaksanakan aktifitas-aktifitas kebaikan. “Tetapi jikalau mereka benar terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” [Q.S. Muhamad (47): 21] 6. Pelajarilah hukum-hukum semua amalan ibadah di bulan Ramadan. Wajib bagi setiap mukmin beribadah dengan dilandasi ilmu. Kita wajib mengetahui ilmu dan hukum berpuasa sebelum Ramadan datang agar puasa kita benar dan diterima oleh Allah. “Tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui,” begitu kata Allah di Al-Qur’an surah Al-Anbiyaa’ ayat 7. 7. Sambut Ramadan dengan tekad meninggalkan dosa dan kebiasaan buruk. Bertaubatlah secara benar dari segala dosa dan kesalahan. Ramadan adalah bulan taubat. “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” [Q.S. An-Nur (24): 31] 8. Siapkan jiwa dan ruhiyah kita dengan bacaan yang mendukung proses tadzkiyatun-nafs. Hadiri majelis ilmu yang membahas tentang keutamaan, hukum, dan hikmah puasa. Sehingga secara mental kita siap untuk melaksanakan ketaatan pada bulan Ramadan. 9. Siapkan diri untuk berdakwah di bulan Ramadhan dengan: · buat catatan kecil untuk kultum tarawih serta ba’da sholat subuh dan zhuhur. · membagikan buku saku atau selebaran yang berisi nasihat dan keutamaan puasa. 10. Sambutlah Ramadan dengan membuka lembaran baru yang bersih. Kepada Allah, dengan taubatan nashuha. Kepada Rasulullah saw., dengan melanjutkan risalah dakwahnya dan menjalankan sunnah-sunnahnya. Kepada orang tua, istri-anak, dan karib kerabat, dengan mempererat hubungan silaturrahmi. Kepada masyarakat, dengan menjadi orang yang paling bermanfaat bagi mereka. Sebab, manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. (Disadur dari artikel kiriman seorang sahabat)

Sabtu, 19 Mei 2012

tersingkap asa

ibu..salah kah aku bila aku mencintainya. salahkah aku jika aku ingin menikah dengannnya? ibu, aku sudah mengenalnya 7 tahun lamanya. semua sikap dia aku sudah tau, dari baik sampai buruknya. ibu.. aku terlalu mencintainya bu, ibu, bantu lah aku untuk memperjuangkan cinta ini bu. aku tak ingin hidup dengan lelaki mana pun. aku hanya mencintainya bu. aku hanya ingin menghabiskan waktu ku untuk berbakti kepadanya bu.
bu...kenapa bapak begitu egois. kenapa ia tak pernah perhatikan perasaanku. bu.. kenapa bapak begitu tinggi hati? bu..kenapa aku masih dipaksa menikah dengan orang lain yang aku sendiri tak mengenalnya. aku tak ingin hidup dengan laki2 yang tak mengenal solat dalam hidupnya. tak mengenal Allah dalam hidupnya. bu..sekali lagi bantu lah aku bu. aku tau ibu disana pasti sedang meredam perih yang ditimbulkan oleh kata2 bapak. bu.. jangan sakit lagi ya. aku sangat mencintaimu bu.. walaupun aku nggak pernah bilang secara langsung kepadamu bahwa aku mencintaimu. tapi jujur kukatakan, tiap helaan nafasku, aku mengingatmu dalam doaku bu. bu...aku ingin menentukan masa depan ku sendiri bu.. aku ingin pilihanku dihargai oleh bapak bu.. aku tak ingin selamanya di atur bu. sampai jodoh aku harus nurut apa keinginan bapak. bu, aku bosan hidup seperti ini bu. aku ingin mengakhiri semuanya bu..aku lebih memilih bertemu malaikat munkar dan nankir bu....dari pada aku harus bertemu bapak lantas aku disiksa dan dibilang aku bukan anaknya bu... bu..aku mencintaimu bu...kalo mungkin kata2 ini menjadi kalimat terakhirku.. tolong bu..kenang aku dalam doa mu, ingat aku sampai akhir hayatmu bu.
bu, kutitipkan cintaku padamu lewat doaku bu..maafkan aku selama ini telah durhaka kepadamu, telah banyak ibu keluarkan air mata demi membelaku didepan bapak bu. ibu sekali lagi aku mohon kenang aku dalam doamu bu.
bu, kalo nanti aku sudah tiada, tolong,jangan sampai ini terulang ke dedek ya bu. biarkan dia memilih pendamping hidupnya sendiri. aku tak ingin semua anak ibu berakhir seperti aku. aku memang anak yang tak tau diuntung bu. tapi ini lah aku bu.aku begitu sedih bu ketika bapak tak menyetujui hubungan ku dengan mas roni bu.. bu...aku mencintai mas roni bu, sangant mencintainya bu. aku tak ingin hidup dengan laki2 selain dia bu. dai memang bukan orang kaya, tapi dia sangat mencintaiku bu. dia rela menunggu ku hingga sekarang bu, dia telah bermimpi menikah dengan ku. berbagi sedih dan senang bersamaku bu.. tapi kenapa bapak menghancurkan semua mimpiku bu..hancur bu.sakit hati dan perasaanku bu. bu..selamat tinggal..semoga dedek bisa bahagiakan ibu dan bapak. amin...

anakmu bu

sulis

Kamis, 16 Februari 2012

14 Februari

tanggal ini sangat istimewa buat kamu dan aku.... bukan masalah apapun sih.... maaf ya.. aku g bisa ngasih kado ke kamu.... maklumlah anak kos......... ku harap semuanya indah...... buat kamu aku ucapin med milad ya.......mudah2n semua cita dan harapan kita terkabul.. amin... g terasa sebentar lg 15 maret akan menghampiri.... 7 tahun sudah aku mengenalmu lebih dari sahabat kecilku... lebih dari orang yang hobinya ngeliatin aku......diam2 mencari dan mencuri simpati dari ku....... hem... sahabatku.... ku harap hubungan kita g kan pernah berakhir....... aku harap hubungan kita makin erat... seerat Rassulullah dan Aisyah, Ali bin Abi Thalib dan Fatimah...dan tentu saja Adam dan Hawa....  Ammin........

Jumat, 13 Januari 2012

waktu

hari ini tanggal 14 januari 2012... pukul 4 subuh pembantu dekan II fakultas ekonomi universitas riau meninggal dunia dirumah duka di jalan terubuk. beliau adalah alm.bapak zainal abidin zein.. sosok yang sangat dihormati mahasiswa nya. sosok yang mampu membuat mahasiswa mencintainya. meskipun aku sendiri tak dapat merasakan bagaimana beliau mendidik dan mengajar. semua hanyalah soal waktu, kapan jatah kita untuk tinggal dibumi nya dicabut..
hanya kita yang dapat menentukan kemanakah kita hidup setelah mati, surga yang didalamnya bernaungkan keindahan atau neraka yang bermandikan darah dan nanah, manusia dijadikan kayu bakarnya, asap yang mengepul, api yang membara. sanggupkah kita bertahan disana.....
semoga kita dapat memperbaiki diri yang hina ini, tidak hanya berkeluh kesah setiap hari. tetaplah untuk bersyukur atas nikmat yang Allah beri kepada kita..
semoga alm.bapak zainal abidin zein diterima disisi-Nya. semoga semua amal ibadahnya membuatnya dapat meraih surga.. bapak... jasa2 mu tak akan pernah kami lupakan, semoga ilmu yang bermanfaat ini kelak akan menjadi amal jariyah untuk mu.... Amin....

islam dan ilmu pengetahuan

“Ilmu pengetahuan” menyediakan suatu cara yang dengannya alam semesta, dan segala sesuatu di dalamnya, dapat diteliti guna menyingkap kehebatan dalam ciptaan Allah, sehingga pengetahuan ini dapat disampaikan kepada segenap manusia. Dengan demikian, agama mendorong ilmu pengetahuan, menjadikannya sebagai alat untuk mempelajari seluk-beluk ciptaan Tuhan.
Islam adalah agama akal dan hati nurani. Seseorang memahami kebenaran yang diberitakan oleh agama dengan menggunakan kearifannya, serta menarik kesimpulan-kesimpulan dari alam di sekitarnya menggunakan hati nuraninya. Seseorang yang menggunakan akal dan hatinya dalam memahami sifat-sifat benda apa pun di alam semesta ini, bahkan meskipun ia bukan pakar dalam masalah tersebut, akan memahami bahwasanya itu semua diciptakan oleh Sang Pemilik Kebijaksanaan, Ilmu, dan Kekuasaan yang agung.
Dalam Al Qur’an, Allah menyeru manusia untuk merenung dan meneliti tanda-tanda penciptaan di sekeliling mereka. Siapa pun yang menyelidiki hakikat cara kerja alam semesta, makhluk hidup dan tak-hidup, dan memikirkan serta meneliti apa-apa yang ia lihat di sekelilingnya, akan sampai pada pengetahuan tentang kearifan, ilmu tanpa tara, serta kekuasaan tak terbatas dari Allah …
Para pembicara, yang mengukuhkan keterkaitan antara Islam dan ilmu pengetahuan serta pentingnya arti dari keterkaitan tersebut, menyatakan bahwa semua Muslim, bahkan setiap orang, memiliki sejumlah tanggung jawab berikut:
Pada titik penting dalam sejarah saat ini, kita kaum Muslim memiliki tanggung jawab penting. Berkat globalisasi, dunia tengah berubah menjadi panggung pentas bagi berbagai pemikiran di mana semua sekat dan batas telah terangkat, dan dalam lingkungan ini kita kaum Muslim, sebagai wakil agama yang benar, perlu melancarkan suatu perjuangan besar di bidang budaya dan ilmu pengetahuan untuk mempertahankan dan menyebarluaskan kebenaran Islam.
Kaum Muslim tidak boleh tampil sebagai sosok yang bermusuhan terhadap dunia, sebagai orang yang berpandangan sempit dan keras. Sebaliknya, mereka harus memimpin seluruh dunia dalam hal akhlak, ilmu pengetahuan, pemikiran dan seni.
Oleh karena satu-satunya jawaban adalah akhlak Al Qur’an, maka sebuah tanggung jawab besar dan penting jatuh ke pundak orang-orang yang berhati nurani bersih untuk menerangkan Al Qur’an kepada setiap orang dan untuk melancarkan perlawanan ilmiah, serta berusaha keras mengenyahkan Darwinisme, suatu pemikiran materialis yang bertentangan dengan Al Qur’an.
Tentunya hanya Allah saja yang dapat membawa perlawanan ini berakhir pada kemenangan.

CIRI-CIRI ORANG YANG MATANG BERAGAMA ISLAM

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yg beriman yaitu orang-orang yg khusyu’ dalam sembahyangnya dan orang yg menjauhkan diri dari yg tiada berguna dan orang-orang yg menunaikan zakat dan orang-orang yg men- jaga kemaluannya kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yg mereka miliki maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yg di balik itu maka mereka itulah orang-orang yg melampaui batas. Dan orang-orang yg memeli- hara amanat-amanat dan janjinya dan orang-orang yg memelihara shalat. Mereka itulah orang-orang yg akan mewarisi.”
Ilmu jiwa agama adl suatu bidang disiplin ilmu yg berusaha mengeksplorasi perasaan dan pengalaman dalam kehidupan seseorang. Penelitian itu didasarkan atas dua hal yaitu sejauh mana kesadaran beragama dan pengalaman beragama . Apabila standar itu kita coba terapkan pada seseorang yg secara spesifik beragama Islam maka akan kita lihat beberapa standar diantaranya Al-Qur’an dan As-Sunnah dan penjelasan para ulama.
AL-QUR’AN
Kriteria yg diberikan oleh Al-Qur’an bagi mereka yg dikategorikan orang yg matang beragama Islam cukup bervariasi. Seperti pada sepuluh ayat pertama pada Surah Al-Mu’minun dan bagian akhir dari Surah Al-Furqan.
    Mereka yg khusyu’ shalatnya
    Menjauhkan diri dari tiada berguna
    Menunaikan zakat
    Menjaga kemaluannya kecuali kepada isteri-isteri yg sah
    Jauh dari perbuatan melampaui batas
    Memelihara amanat dan janji yg dipikulnya
    Memelihara shalatnya
    Merendahkan diri dan bertawadlu’
    Menghidupkan malamnya dgn bersujud
    Selalu takut dan meminta ampunan agar terjauh dari jahanam
    Membelanjakan hartanya secara tidak berlebihan dan tidak pula kikir
    Tidak menyekutukan Allah tidak membunuh tidak berzina
    Suka bertaubat tidak memberi persaksian palsu dan jauh dari perbuatan sia-sia memperhatikan Al-Qur’an bersabar dan mengharap keturunan yg bertaqwa AS-SUNNAH
    Rasulullah SAW memberikan batas minimal bagi seorang yg disebut muslim yaitu disebut muslim itu apabila muslim-muslim lain merasa aman dari lidah dan tangannya . Sementara ciri-ciri lain disebutkan cukup banyak bagi orang yg meningkatkan kualitas keimanannya. Sehingga tidak jarang Nabi SAW menganjurkan dgn cara peringatan seperti “Barangsiapa beriman kepada Allah dan Rasul-Nya hendaknya dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri” . “Tidak beriman seseorang sampai tetangganya merasa aman dari gangguannya” . “Tidak beriman seseorang kepada Allah sehingga dia lbh mencintai Allah dan Rasul-Nya dari pada kecintaan lainnya..” . Dengan demikian petunjuk-petunjuk itu mengarahkan kepada seseorang yg beragama Islam agar dia menjaga lidah dan tangannya sehingga tidak mengganggu orang lain demikian juga dia menghormati tetangganya saudara sesama muslim dan sangat mencintai Allah dan Rasul-Nya.
    Ringkas kata dia berpedoman kepada petunjuk Al-Qur’an dan mengikuti contoh praktek Rasulullah SAW sehingga dia betul-betul menjaga hubungan “hablum minallah” dan “hablum minannaas” .
    Peringatan shahabat Ali r.a. bahwa klimaks orang ciri keagamaannya matang adl apabila orang tersebut bertaqwa kepada Allah SWT. Dan inti taqwa itu ada empat menurut Ali r.a.
      Mengamalkan isi Al-Qur’an
      Mempunyai rasa takut kepada Allah sehingga berbuat sesuai dgn perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya
      Merasa puas dgn pemberian atau karunia Allah SWT meskipun terasa sedikit
      Persiapan utk menjelang kematian dgn meningkatkan kualitas keimanan dan amal shaleh Sedangkan Ibnul Qoyyim ulama abad ke 7 menyebutkan 9 kriteria bagi orang yg matang beragama Islamnya.
        Dia terbina keimanannya yaitu selalu menjaga fluktualitas keimanannya agar selalu bertambah kualitasnya
        Dia terbina ruhiyahnya yaitu menanamkan pada dirinya kebesaran dan keagungan Allah serta segala yg dijanjikan di akherat kelak sehingga dia menyibukkan diri utk meraihnya
        Dia terbina pemikirannya sehingga akalnya diarahkan utk memikirkan ayat-ayat Allah Al-Kauniyah dan Al-Qur’aniyah .
        Dia terbina perasaannya sehingga segala ungkapan perasaan ditujukan kepada Allah senang atau benci marah atau rela semuanya krn Allah.
        Dia terbina akhlaknya dimana kepribadiannya di bangun diatas pondasi akhlak mulia sehingga kalau berbicara dia jujur bermuka manis menyantuni yg tidak mampu tidak menyakiti orang lain dan berbagai akhlak mulia
        Dia terbina kemasyarakatannya krn menyadari sebagai makhluk sosial dia harus memperhatikan lingkungannya sehingga dia berperan aktif mensejahterakan masyarakat baik intelektualitasnya ekonominya kegotang-royongannya dan lain-lain
        Dia terbina keamuannya sehingga tidak mengumbar kemauannya ke arah yg distruktif tetapi justru diarahkan sesuai dgn kehendak Allah. Kemauan yg mendorongnya selalu beramal shaleh
        Dia terbina kesehatan badannya krn itu dia memberikan hak-hak badan utk ketaatan kepada Allah krn Rasulullah SAW bersabda “Orang mukmin yg kuat itu lbh baik dan dicintai Allah daripada mukmin yg lemah
        Dia terbina nafsu seksualnya yaitu diarahkan kepada perkawinan yg dihalalkan Allah SWT sehingga dapat menghasilkan keturunan yg shaleh dan bermanfaat bagi agama dan negara. Demikian secara ringkas kami paparkan kriteria ideal utk mengetahui dan mengukur sejauh mana kematangan beragama Islam seseorang. Sengaja kami batasi agama Islam krn pembahasan ciri-ciri beragama secara umum terlalu luas. Dan perlu kita ingat dalam kondisi masyarakat yg komplek dgn problematika kehidupannya maka sungguh orang yg beragamalah yg akan terhindar dari penyakit stress kata Robert Bowley.
        Referensi
          Al-Qur’an dan terjemahannya Yayasan Penyelenggara Penterjemah / Penafsir Al-Qur’an
          Hadits-hadits Nabi yg terkumpul dalam Shahih Bukhari Muslim dan lain-lain
          Ilmu Jiwa Agama Prof. DR. Zakiah Derajat Bulan Bintang Jakarta cet. 15 1996
          Al-Fikrut Tarbawi ‘Inda Ibnil Qoyyim Dr. Hasan bin Ali bin Hasan Al-Hajjaji Darul Hafidz Jeddah cet. I 1408 H - 1988 M. Oleh Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia
          sumber file al_islam.chm