Jumat, 13 Januari 2012

waktu

hari ini tanggal 14 januari 2012... pukul 4 subuh pembantu dekan II fakultas ekonomi universitas riau meninggal dunia dirumah duka di jalan terubuk. beliau adalah alm.bapak zainal abidin zein.. sosok yang sangat dihormati mahasiswa nya. sosok yang mampu membuat mahasiswa mencintainya. meskipun aku sendiri tak dapat merasakan bagaimana beliau mendidik dan mengajar. semua hanyalah soal waktu, kapan jatah kita untuk tinggal dibumi nya dicabut..
hanya kita yang dapat menentukan kemanakah kita hidup setelah mati, surga yang didalamnya bernaungkan keindahan atau neraka yang bermandikan darah dan nanah, manusia dijadikan kayu bakarnya, asap yang mengepul, api yang membara. sanggupkah kita bertahan disana.....
semoga kita dapat memperbaiki diri yang hina ini, tidak hanya berkeluh kesah setiap hari. tetaplah untuk bersyukur atas nikmat yang Allah beri kepada kita..
semoga alm.bapak zainal abidin zein diterima disisi-Nya. semoga semua amal ibadahnya membuatnya dapat meraih surga.. bapak... jasa2 mu tak akan pernah kami lupakan, semoga ilmu yang bermanfaat ini kelak akan menjadi amal jariyah untuk mu.... Amin....

islam dan ilmu pengetahuan

“Ilmu pengetahuan” menyediakan suatu cara yang dengannya alam semesta, dan segala sesuatu di dalamnya, dapat diteliti guna menyingkap kehebatan dalam ciptaan Allah, sehingga pengetahuan ini dapat disampaikan kepada segenap manusia. Dengan demikian, agama mendorong ilmu pengetahuan, menjadikannya sebagai alat untuk mempelajari seluk-beluk ciptaan Tuhan.
Islam adalah agama akal dan hati nurani. Seseorang memahami kebenaran yang diberitakan oleh agama dengan menggunakan kearifannya, serta menarik kesimpulan-kesimpulan dari alam di sekitarnya menggunakan hati nuraninya. Seseorang yang menggunakan akal dan hatinya dalam memahami sifat-sifat benda apa pun di alam semesta ini, bahkan meskipun ia bukan pakar dalam masalah tersebut, akan memahami bahwasanya itu semua diciptakan oleh Sang Pemilik Kebijaksanaan, Ilmu, dan Kekuasaan yang agung.
Dalam Al Qur’an, Allah menyeru manusia untuk merenung dan meneliti tanda-tanda penciptaan di sekeliling mereka. Siapa pun yang menyelidiki hakikat cara kerja alam semesta, makhluk hidup dan tak-hidup, dan memikirkan serta meneliti apa-apa yang ia lihat di sekelilingnya, akan sampai pada pengetahuan tentang kearifan, ilmu tanpa tara, serta kekuasaan tak terbatas dari Allah …
Para pembicara, yang mengukuhkan keterkaitan antara Islam dan ilmu pengetahuan serta pentingnya arti dari keterkaitan tersebut, menyatakan bahwa semua Muslim, bahkan setiap orang, memiliki sejumlah tanggung jawab berikut:
Pada titik penting dalam sejarah saat ini, kita kaum Muslim memiliki tanggung jawab penting. Berkat globalisasi, dunia tengah berubah menjadi panggung pentas bagi berbagai pemikiran di mana semua sekat dan batas telah terangkat, dan dalam lingkungan ini kita kaum Muslim, sebagai wakil agama yang benar, perlu melancarkan suatu perjuangan besar di bidang budaya dan ilmu pengetahuan untuk mempertahankan dan menyebarluaskan kebenaran Islam.
Kaum Muslim tidak boleh tampil sebagai sosok yang bermusuhan terhadap dunia, sebagai orang yang berpandangan sempit dan keras. Sebaliknya, mereka harus memimpin seluruh dunia dalam hal akhlak, ilmu pengetahuan, pemikiran dan seni.
Oleh karena satu-satunya jawaban adalah akhlak Al Qur’an, maka sebuah tanggung jawab besar dan penting jatuh ke pundak orang-orang yang berhati nurani bersih untuk menerangkan Al Qur’an kepada setiap orang dan untuk melancarkan perlawanan ilmiah, serta berusaha keras mengenyahkan Darwinisme, suatu pemikiran materialis yang bertentangan dengan Al Qur’an.
Tentunya hanya Allah saja yang dapat membawa perlawanan ini berakhir pada kemenangan.

CIRI-CIRI ORANG YANG MATANG BERAGAMA ISLAM

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yg beriman yaitu orang-orang yg khusyu’ dalam sembahyangnya dan orang yg menjauhkan diri dari yg tiada berguna dan orang-orang yg menunaikan zakat dan orang-orang yg men- jaga kemaluannya kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yg mereka miliki maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yg di balik itu maka mereka itulah orang-orang yg melampaui batas. Dan orang-orang yg memeli- hara amanat-amanat dan janjinya dan orang-orang yg memelihara shalat. Mereka itulah orang-orang yg akan mewarisi.”
Ilmu jiwa agama adl suatu bidang disiplin ilmu yg berusaha mengeksplorasi perasaan dan pengalaman dalam kehidupan seseorang. Penelitian itu didasarkan atas dua hal yaitu sejauh mana kesadaran beragama dan pengalaman beragama . Apabila standar itu kita coba terapkan pada seseorang yg secara spesifik beragama Islam maka akan kita lihat beberapa standar diantaranya Al-Qur’an dan As-Sunnah dan penjelasan para ulama.
AL-QUR’AN
Kriteria yg diberikan oleh Al-Qur’an bagi mereka yg dikategorikan orang yg matang beragama Islam cukup bervariasi. Seperti pada sepuluh ayat pertama pada Surah Al-Mu’minun dan bagian akhir dari Surah Al-Furqan.
    Mereka yg khusyu’ shalatnya
    Menjauhkan diri dari tiada berguna
    Menunaikan zakat
    Menjaga kemaluannya kecuali kepada isteri-isteri yg sah
    Jauh dari perbuatan melampaui batas
    Memelihara amanat dan janji yg dipikulnya
    Memelihara shalatnya
    Merendahkan diri dan bertawadlu’
    Menghidupkan malamnya dgn bersujud
    Selalu takut dan meminta ampunan agar terjauh dari jahanam
    Membelanjakan hartanya secara tidak berlebihan dan tidak pula kikir
    Tidak menyekutukan Allah tidak membunuh tidak berzina
    Suka bertaubat tidak memberi persaksian palsu dan jauh dari perbuatan sia-sia memperhatikan Al-Qur’an bersabar dan mengharap keturunan yg bertaqwa AS-SUNNAH
    Rasulullah SAW memberikan batas minimal bagi seorang yg disebut muslim yaitu disebut muslim itu apabila muslim-muslim lain merasa aman dari lidah dan tangannya . Sementara ciri-ciri lain disebutkan cukup banyak bagi orang yg meningkatkan kualitas keimanannya. Sehingga tidak jarang Nabi SAW menganjurkan dgn cara peringatan seperti “Barangsiapa beriman kepada Allah dan Rasul-Nya hendaknya dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri” . “Tidak beriman seseorang sampai tetangganya merasa aman dari gangguannya” . “Tidak beriman seseorang kepada Allah sehingga dia lbh mencintai Allah dan Rasul-Nya dari pada kecintaan lainnya..” . Dengan demikian petunjuk-petunjuk itu mengarahkan kepada seseorang yg beragama Islam agar dia menjaga lidah dan tangannya sehingga tidak mengganggu orang lain demikian juga dia menghormati tetangganya saudara sesama muslim dan sangat mencintai Allah dan Rasul-Nya.
    Ringkas kata dia berpedoman kepada petunjuk Al-Qur’an dan mengikuti contoh praktek Rasulullah SAW sehingga dia betul-betul menjaga hubungan “hablum minallah” dan “hablum minannaas” .
    Peringatan shahabat Ali r.a. bahwa klimaks orang ciri keagamaannya matang adl apabila orang tersebut bertaqwa kepada Allah SWT. Dan inti taqwa itu ada empat menurut Ali r.a.
      Mengamalkan isi Al-Qur’an
      Mempunyai rasa takut kepada Allah sehingga berbuat sesuai dgn perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya
      Merasa puas dgn pemberian atau karunia Allah SWT meskipun terasa sedikit
      Persiapan utk menjelang kematian dgn meningkatkan kualitas keimanan dan amal shaleh Sedangkan Ibnul Qoyyim ulama abad ke 7 menyebutkan 9 kriteria bagi orang yg matang beragama Islamnya.
        Dia terbina keimanannya yaitu selalu menjaga fluktualitas keimanannya agar selalu bertambah kualitasnya
        Dia terbina ruhiyahnya yaitu menanamkan pada dirinya kebesaran dan keagungan Allah serta segala yg dijanjikan di akherat kelak sehingga dia menyibukkan diri utk meraihnya
        Dia terbina pemikirannya sehingga akalnya diarahkan utk memikirkan ayat-ayat Allah Al-Kauniyah dan Al-Qur’aniyah .
        Dia terbina perasaannya sehingga segala ungkapan perasaan ditujukan kepada Allah senang atau benci marah atau rela semuanya krn Allah.
        Dia terbina akhlaknya dimana kepribadiannya di bangun diatas pondasi akhlak mulia sehingga kalau berbicara dia jujur bermuka manis menyantuni yg tidak mampu tidak menyakiti orang lain dan berbagai akhlak mulia
        Dia terbina kemasyarakatannya krn menyadari sebagai makhluk sosial dia harus memperhatikan lingkungannya sehingga dia berperan aktif mensejahterakan masyarakat baik intelektualitasnya ekonominya kegotang-royongannya dan lain-lain
        Dia terbina keamuannya sehingga tidak mengumbar kemauannya ke arah yg distruktif tetapi justru diarahkan sesuai dgn kehendak Allah. Kemauan yg mendorongnya selalu beramal shaleh
        Dia terbina kesehatan badannya krn itu dia memberikan hak-hak badan utk ketaatan kepada Allah krn Rasulullah SAW bersabda “Orang mukmin yg kuat itu lbh baik dan dicintai Allah daripada mukmin yg lemah
        Dia terbina nafsu seksualnya yaitu diarahkan kepada perkawinan yg dihalalkan Allah SWT sehingga dapat menghasilkan keturunan yg shaleh dan bermanfaat bagi agama dan negara. Demikian secara ringkas kami paparkan kriteria ideal utk mengetahui dan mengukur sejauh mana kematangan beragama Islam seseorang. Sengaja kami batasi agama Islam krn pembahasan ciri-ciri beragama secara umum terlalu luas. Dan perlu kita ingat dalam kondisi masyarakat yg komplek dgn problematika kehidupannya maka sungguh orang yg beragamalah yg akan terhindar dari penyakit stress kata Robert Bowley.
        Referensi
          Al-Qur’an dan terjemahannya Yayasan Penyelenggara Penterjemah / Penafsir Al-Qur’an
          Hadits-hadits Nabi yg terkumpul dalam Shahih Bukhari Muslim dan lain-lain
          Ilmu Jiwa Agama Prof. DR. Zakiah Derajat Bulan Bintang Jakarta cet. 15 1996
          Al-Fikrut Tarbawi ‘Inda Ibnil Qoyyim Dr. Hasan bin Ali bin Hasan Al-Hajjaji Darul Hafidz Jeddah cet. I 1408 H - 1988 M. Oleh Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia
          sumber file al_islam.chm

TEORI BELAJAR BEHAVIORISTIK

Teori belajar behavioristik adalah sebuah teori yang dicetuskan oleh Gage dan Berliner tentang perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman [1].
Teori ini lalu berkembang menjadi aliran psikologi belajar yang berpengaruh terhadap arah pengembangan teori dan praktik pendidikan dan pembelajaran yang dikenal sebagai aliran behavioristik. Aliran ini menekankan pada terbentuknya perilaku yang tampak sebagai hasil belajar.
Teori behavioristik dengan model hubungan stimulus-responnya, mendudukkan orang yang belajar sebagai individu yang pasif. Respon atau perilaku tertentu dengan menggunakan metode pelatihan atau pembiasaan semata. Munculnya perilaku akan semakin kuat bila diberikan penguatan dan akan menghilang bila dikenai hukuman.
Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon (Slavin, 2000:143). Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Menurut teori ini dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon. Stimulus adalah apa saja yang diberikan guru kepada pebelajar, sedangkan respon berupa reaksi atau tanggapan pebelajar terhadap stimulus yang diberikan oleh guru tersebut. Proses yang terjadi antara stimulus dan respon tidak penting untuk diperhatikan karena tidak dapat diamati dan tidak dapat diukur. Yang dapat diamati adalah stimulus dan respon, oleh karena itu apa yang diberikan oleh guru (stimulus) dan apa yang diterima oleh pebelajar (respon) harus dapat diamati dan diukur. Teori ini mengutamakan pengukuran, sebab pengukuran merupakan suatu hal penting untuk melihat terjadi atau tidaknya perubahan tingkah laku tersebut.
Faktor lain yang dianggap penting oleh aliran behavioristik adalah faktor penguatan (reinforcement). Bila penguatan ditambahkan (positive reinforcement) maka respon akan semakin kuat. Begitu pula bila respon dikurangi/dihilangkan (negative reinforcement) maka respon juga semakin kuat.
Beberapa prinsip dalam teori belajar behavioristik, meliputi: (1) Reinforcement and Punishment; (2) Primary and Secondary Reinforcement; (3) Schedules of Reinforcement; (4) Contingency Management; (5) Stimulus Control in Operant Learning; (6) The Elimination of Responses (Gage, Berliner, 1984).
Tokoh-tokoh aliran behavioristik di antaranya adalah Thorndike, Watson, Clark Hull, Edwin Guthrie, dan Skinner. Berikut akan dibahas karya-karya para tokoh aliran behavioristik dan analisis serta peranannya dalam pembelajaran.

Menurut Thorndike, belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respon. Stimulus adalah apa yang merangsang terjadinya kegiatan belajar seperti pikiran, perasaan, atau hal-hal lain yang dapat ditangkap melalui alat indera. Sedangkan respon adalah reaksi yang dimunculkan peserta didik ketika belajar, yang dapat pula berupa pikiran, perasaan, atau gerakan/tindakan. Jadi perubahan tingkah laku akibat kegiatan belajar dapat berwujud konkrit, yaitu yang dapat diamati, atau tidak konkrit yaitu yang tidak dapat diamati. Meskipun aliran behaviorisme sangat mengutamakan pengukuran, tetapi tidak dapat menjelaskan bagaimana cara mengukur tingkah laku yang tidak dapat diamati. Teori Thorndike ini disebut pula dengan teori koneksionisme (Slavin, 2000).
Ada tiga hukum belajar yang utama, menurut Thorndike yakni (1) hukum efek; (2) hukum latihan dan (3) hukum kesiapan (Bell, Gredler, 1991). Ketiga hukum ini menjelaskan bagaimana hal-hal tertentu dapat memperkuat respon

Minggu, 08 Januari 2012

Tahun 2012 nih

Wah.. g terasa uda tahun 2012 nih... wah,,, aku uda kuliah hampir 3,5th.. Allah.. mudah2an kesampaian bisa wisuda bulan juni tahun ini. Amin ya Rabb. ingin banget bahagiain ortu... cepet2 cari kerja.. bisa ngasih sesuatu yang amazing buat my luvly parent and my luvly zizta.... my little family... hem... terus belajar jadi yang terbaik dengan terus belajar menjadi yang terbaik, diiringi dengan kualitas ibadah yang baik juga.
Rabb, lindungi aku dan keluarga ku......hindarkan kami dari segala fitnah dunia Rabb.. beri kami nikmat sehat..

AYO  SULIS....... target 2013 uda membina keluarga......he.he.he.he.. kutunggu engkau duhai pangeran yang telah dipersiapkan Rabb ku untuk ku....(menghayal ni ye)....
huftttttttttttttt.... g papa lah....mana tau kesampaian.... amin..
thank's buat my blog,uda mau diisi dengan sesuatu yang terkadang g ada penting2nya sedikitpun... ya setidaknya dari pada aku ngisi diary, kertas habis dan tinta pun kritis, ya mending aku nulis disini... hem.. g terasa ya. uda menuhin kamu selama 2 tahun....
sambil nemenin zizta ngerjain tugas.. ya seperti ini lah kerjaan ku. semenjak uda g ada mata kuliah lagi, semenjak kuesioner uda dikirim. kerjaan saya cuma ngacak2 blog saya.. sambil menunggu datangnya kuesioner.. mudah2an dapat feedback nya. amin......
kira2 uda ada pewe g ya ketika wisudah... (bener2 ngarep banget) g sendirian. tentu saja tetap ada keluarga ku tersayang...ya setidaknya gitu.... arghhhhhhh.. mulai terbang kenegeri diatas awan nih...
mesam-mesem sendiri, ditambah sedikit cengiran khas sulis yang bener2 manis.. (nyokap gw bilang loh, g boleh protes).. ha.ha.aha... aku senang banget....
hem... uda an dulu lah ya... masih pengen nih ngacak2 yang lain... he.he.he.
banyak cinta dari ku...................... thank's a lot for my god. Allah.SWT.....thank's 4 give me luvly familiy. thanks 4 a lot of anything.. something.. n i hope also esspecially someone 4 me..like him... i really2 happy...
i want to fully-half ibadah. Amin....

indah Cintaku

Kuingin kau tahu, ku ingin kau selalu
Dekat denganmu setiap hariku
Sudahkah kau yakin untuk mencintaiku
Ku ingin hnya satu tuk selamanya

Ku tak melihat dari sisi sempurnamu
Tak peduli kelemahanmu
Yang ada aku jatuh cinta karena hatimu

Cintaku tak pernah memandang siapa kamu
Tak pernah menginginkan kamu lebih
Dari apa adanya dirimu selalu

Cintaku terasa sempurna karena hatimu
Selalu menerima kekuranganku
Sungguh indah cintaku

Sudahkah kau yakin untuk mencintaiku
Ku ingin hanya satu tuk selamanya