Minggu, 12 Juni 2011

tak kusangka aku menyukainya

malam memang selalu indah dimata yuri, ya..setidaknya karena malam ini tidak menampakkan tanda-tanda akan turun hujan, dia bosan bila tiap hari jalanan harus tergenang air. dia bosan harus mengenakan sweater dan payung bila akan bepergian kemana-mana. ini benar-benar membosankan.
 sambil bersiul-siul, ia berjalan melintasi toko kecil milik bibi choi. tapi kemudian ia berbalik dan masuk kedalam toko itu.
 "malam bibi choi,"setelah yuri memberi salam pada bibi pemilik toko, ia langsung menuju rak makanan ringan, "apakah aku masih dapat menemukan 1bungkus besar keripik kentang ?".
"nah, ada apa ini yuri, apakah kau ada masalah lagi di tempat kerjamu", biasanya kau selalu begini bila kau ada masalah,"kata bibi choi.
yuri jadi salah tingkah dibuatnya,"ah, tidak bi,aku sedang tidak ingin makan nasi, jadi aku lebih memilih keripik kentang sebagai penggantinya".
setelah mengobrak-abrik isi rak, akhirnya ia menemukan yang ia cari,"nah, ketemu juga, syukurlah, ternyata aku yang menemukannya."
"hei, itu milik ku, aku yang menemukannya terlebih dahulu,"teriak laki-laki yang ada dibalik rak tersebut.
"eh.....tapi, kenapa kau membiarkannya tetap disini, berarti ini bukan salahku kalau aku mengambilnnya", yuri pun tak mau kalah.
laki-laki itu pun mendekati yuri,seraya menarik keripik kentang yang ada ditangan yuri,"aku yang menemukannya terkebih dahulu".
mata yuri membesar melihat laki-laki itu menarik keripik kentang yang ada ditangannya, tapi kemudian,
"enak saja, kenapa  kau tinggal keripik kentang itu disini, itu menandakan kalau kau tak berniat membelinya".
laki-laki itu tak mau melepaskan keripik kentang dari tangannya," aku tak sengaja meninggalkannya disitu".
"ho.ho.ho, tidak bisa, ladies first". yuri pun langsung menarik keripik itu dari tangan laki-laki itu..
setelah sekian lama saling memperebutkan keripik kentang itu, akhirnya yuri yang berhasil memenangkan pertaruhan itu.
be continue ya.....

Sabtu, 11 Juni 2011

aku takut

ya Allah, kenapa rasa sakit ini muncul lagi, kenapa rasanya begitu menyiksa. dulu aku yakin, semuanya telah berakhir semenjak opersai 5tahun silam, tapi kenapa sekarang kurasakan lagi. aku tak mau dioperasi lagi. itu sangat menyiksa, aku harus disuntik mati, tak sadarkan diri hingga 5 jam.. tapi.apa jadinya diriku kalau penyakit itu datang lagi. aku tak dapat memainkan jari-jariku, lalu siapa yang mau hidup bersama seorang wanita penyakitan seperti ku.
ya Allah aku mohon, sembuhkanlah penyakitku ini ya Allah, aku mohon, aku masih ingin berkarya, aku masih ingin membahagiakan kedua orang tua ku. aku ingin menikah, aku ingin merasakan menjadi seorang ibu bagi anak-anakku, aku ingin membesarkan mereka dengan semua cinta dan sayangku.
ya Allah.. hanya engkaulah yang dapat menyembuhkan segala macam penyakit, aku akan tegar ya Allah. aku tau, Kau tengah menguji hamba, aku tau, Kau sangat sayang pada hamba.
ketika rasa sakit ini mulai datang, aku merasakan lemas disekujur tubuhku, tangan kanan ku mulai tak terasa, tak kuat rasanya mengangkat sesuatu yang ringan sekalipun, tangan ini terasa panas... ada apa sebenarnya ini, semoga ini hanya efek dari ujian kemarin, semoga ini hanya akibat aku terlalu memaksakan diri untuk menulis terlalu banyak, aku tau, semenjak operasi aku tak lagi mampu untuk melakukan hal-hal yang berat lagi. tapi aku tak mau pedulikan itu,kalau aku tak melakukan itu semua, lalu siapa yang akan membantu ibuku, karena kami sudah mendapat bagian kerja masing-masing dirumah.
kini, ketika rasa sakit ini datang lagi, aku seperti orang yang tak memiliki semangat untuk hidup, aku jadi tak bisa melakukan hal-hal yang berat lagi. hanya untuk memasak saja kini aku tak mampu. tapi aku masih bersyukur, aku msih diberi kehidupan yang indah oleh-Nya.
meskipun aku tak bisa apa-apa, setidaknya untuk mengisi waktu kosong, kini aku bisa menulis disini, tempat yang paling aku sukai, tempat dimana aku mampu menumpahkan semua isi hatiku. aku bahagia disini. aku mampu merangkai kata-kata disini. ya.. setidaknya dari pada aku cuma tidur.
tidak hanya itu, kini makanku pun mulai dijaga ketat, aku sudah tidak boleh makan makanan kesukaanku terlalu sering... hem... benar-benar begitu menyiksa... tapi tak apa lah, setidaknya aku bisa sehat dengan itu semua.
aku mohon banget, rasa sakit ini cepat hilang, bagi kalian yang membacanya, doa kan aku biar cepat sembuh ya... doakan aku tidak harus operasi untuk yang kedua kalinya ya... aku takut....
kini jari-jariku sudah mulai terasa sakit, sepertinya aku harus mengakhiri tulisan kali ini... aku tak ingin menyiksa jari-jemariku lebih lama lagi....

Jumat, 10 Juni 2011

biar ku nanti langit biru yang tlah membawamu pergi

"kau tau naomi?", kemana orang pergi setelah mati?" Tae wo bertanya sambil terus memandangi sungai yang ada didepannya.
"eh?",naomi mengerutkan keningnya."hei, jung tae wo, apa maksudmu?"
tae wo menghadapkan wajahnya ke naomi,"suatu saat nanti,kita pasti akan mati bukan?"
"tae wo, kau harus bertahan hidup,kau tak boleh menyerah dengan keadaan ini"naomi menyentuh tangan tae wo sambil terus memandangnya. 
tae wo menganggukkan kepalanya, sambil terus memandang hampa aliran sungai itu. sungai adalah salah satu hal yang paling ia sukai, entah mengapa, ia ingin seperti sungai, karena sungai hanya akan bergerak maju, ia begitu kuat. ia ingin seperti itu, ia ingin menjaga naomi sepanjang umurnya.
"jika kelak aku mati, aku ingin menjadi angkasa, agar aku bisa menjaga mu setiap waktu, aku akan memantau semua kegiatan mu", ujar tae wo.
"kau ingin menempel seperti magnet ya?"naomi mncoba mencairkan suasana.
"hem,,,"tae wo menganggukkan kepalanya."aku dan anak kita akan selalu menjaga mu dari surga, sehingga kau tidak merasa sendiri naomi,kemana pun kau pergi, kita akan selalu pergi bertiga".
sebenarnya naomi tidak suka melihat ekspresi tae wo seperti itu, karena itu bisa meruntuhkan air mata yang sedari tadi ia bendung. ia ingin tegar, supaya tae wo juga tegar menghadapi penyakit kanker yang dideritanya. ia ingin selalu disamping tae wo disisa umurnya, yang kata dokter tinggal 3 bulan lagi..
ya tuhan, aku mohon, jangan kau ambil tae wo ku sekarang, aku masih ingin bersamanya 1 tahun lagi... 10 tahun lagi, 100 tahun lagi, dan  selamanya..ujar naomi dalam hati..
waktu begitu cepat berlalu, tak terasa, hari ini menjadi hari terakhirku bersama tae wo..
"sayang,tolong ambilkan pena", ucap tae wo sambil tertawa..
aku pun tertawa mendengarnya, tak seperti biasanya dia memanggilku dengan kata-kata sayang, ini lah pertama kalinya dia mengucapkan kata sayang kepada ku. aku begitu bahagia..tapi.. kebahagiaan itu tak berlangsung lama, karena suster datang dan mengatakan bahwa tae wo harus cek ulang..
"ah..suster, kenapa kau datang diwaktu yang tidak tepat,"ujar tae wo.."naomi, aku mohon, tolong kau cetak semua foto yang ada di kamera ini,"pinta tae wo.
"baik lah, aku akan cetak semuanya, sesuai pesananmu, aku akan datang setelah kau selesai diperiksa, ok, kau harus berjanji pada ku, kau akan baik-baik saja tae wo."
tae wo hanya tersenyum mendengar kata-kata naomi, "aku akan selalu ada disampingmu naomi", ujarnya dalam hati.
"bye naomi, aku akan menunggumu", kata tae wo seraya melambaikan tangannya kepada naomi.
deg..... mengapa ini, mengapa begitu sedih rasanya melihat wajah tae wo, mengapa ia tak mau kehilangan kesempatan untuk melihat wajah tae wo sebelum memasuki ruang periksa.. mengapa begitu hampa rasanya. mengapa wajah itu kelihatan begitu aneh. mengapa aku takut. mengapa???????
hem... mungkin ini hanya perasaannya saja, ya tuhan, aku mohon,jangan kau ambil tae wo ku, aku masih ingin bersamanya. ditahun-tahun berikutnya, bersama-sama mengunjungi makam anak kami..
"ya.. sekarang waktunya aku mencetak semua foto-foto ini, sebelum tae wo selesai diperiksa, aku harus sudah ada disini lagi,"
.
.
.
"naomi, kau dimana?, cepat kerumah sakit, tae wo........."suara ibu tae wo ditelepon teredengar begitu ketakutan.
"ada apa dengan tae wo bibi, bukannya tadi dia baik-baik saja", kata naomi
keluarga tae wo begitu sedih melihat keadaan tae wo yang tiba-tiba kritis, sebelumnya mereka sempat tenang, melihat keadaan tae wo yang semakin membaik, kini anak mereka terbujur lemas, berbagai alat bantu pernapasan mulai memenuhi sekujur tubuh tae wo, dokter berusaha keras mengembalikan detak jantung tae wo yang sempat berhenti.
ring.....ring.....
"naomi...."teriak keiko, kakak kandung tae wo.
 "kak, tolong berikan kepada tae wo,"teriak naomi lewat video call.
"hem... baiklah,"
"tae wo, bangun, naomi ada bersamamu", keiko berusaha membangunkan tae wo.
"tae wo, bangun, ini aku naomi, tae wo bangun, bukannya tadi kamu baik-baik saja, tae wo.... bangun.... aku telah mencuci semua fotonya, kenapa hanya ada foto ku, tae wo.. bangun tae wo...kita belum sempat foto berdua, tae wo ayo bangun," teriak naomi sambil berurai air mata (lewat video call).
tiba-tiba tae wo membuka matanya, seraya berkata,"naomi".
"tae wo, kau bicara apa, aku tak mendengarnya"teriak naomi.
"naomi, tersenyum", tae wo berusaha keras untuk menyampaikannya.
naomi pun memaksakan senyum dibibirnya, ia begitu takut kehilangan tae wo..."tae wo, kau baik-baik saja kan, tae wo, tunggu aku, sebentar lagi aku sampai" kata naomi sambil memutuskan sambungan telponnya.
tae wo hanya bisa tersenyum, kini matanya mulai redup, dan terus tertutup, air matanya menetes seiring dengan kepergiannya untuk selama-lamanya.
"tae wo..................................bangun nak, ibu disini nak, ayo bangun tae wo"teriak ibunya sambil mengguncang-guncang tubuh tae wo yang lemas tak berdaya...
naomi melihat itu semua, ia hanya terpaku, diam, berdiri didepan pintu kamar tae wo, kini tae wo telah pergi meninggalkannya. hidupnya sangat hampa...
.
.
.
kini tiba waktu pemakaman tae wo, kini tae wo tak lagi merasakan sakit yang terus menyiksa dirinya, kini tae wo telah tersenyum, ya, setidaknya itulah yang bisa naomi rasakan ketika melihat foto dirinya bersama  tae wo. ia dan keluarganya pergi kerumah tae wo.

"naomi, dari tadi tae wo sedang menunggumu, ucapkanlah kata-kata terakhirmu untuknya,"ujar keiko.
naomi menghampiri tae wo yang kini terbujur kaku, tae wo yang kini tak bisa bangun untuk melihat kehadirannya, dengan langkah kaki yang sangat berat,naomi terus berjalan menghampiri tae wo.
"bodoh,"ucap naomi ketika sampai disamping tae wo,"kenapa kau tinggalkan aku sendiri, kini aku harus menjalani semuanya sendiri tanpamu lagi disisiku, tae wo, bangun tae wo, bilang, aku harus bagaimana?"
semua sedih mendengar naomi berkata seperti itu.
"tae wo, wajah mu seperti ini, hidung mu seperti ini, bibirmu seperti ini, tae wo, bagaimana ini, bagaimana kalau aku lupa dengan wajahmu, bagaimana kalau aku lupa dengan senyumanmu, tae wo, bangun tae wo."ucap naomi sambil berurai air mata..
"tae wo....... Aishiteru, Aishiteru..."naomi mulai tak bisa mengendalikan emosinya...."tae wo, tunggu aku, aku akan datang menemuimu, aku tak akan membiarkan kau sendirian disana, tae wo, jemput aku tae wo" naomi mulai tak sadarkan diri, kemudian ia pun dibawa kekamar tae wo....
ketika naomi sudah sadarkan diri, tiba-tiba ia melihat sosok tae wo disampingnya, tae wo tersenyum kepadanya, tapi... senyum itu kian memudar seiring dengan pudarnya sosok tae wo dihadapannya.
"tae wo, itu kah kau, kau menemaniku tae wo, tae wo, kenapa kau pergi, tae wo......................." teriak naomi.
.
.
.
.
waktu telah berlalu, setahun sudah tae wo meninggalkan naomi sendirian..
tae wo, terima kasih, terima kasih telah mengajarkan cinta kepadaku, kau lah cinta pertamaku, dan hanya kau,kau cinta terakhirku, aku akan mengunci rapat-rapat dirimu dihatiku, taka akan kubiarkan orang lain menggantikan dirimu disana, dilubuk hatiku yang paling dalam. tae wo.kuharap kau bahagia disana, kuharap kau telah bertemu dengan anak kita, tae wo, apakah kau kini tengah melihatku....
ketika aku rindu padamu aku akan melihat langit, ketika kudapati langit biru yang cerah, aku yakin kau sedang tersenyum menatapku, ketika langit meneteskan air hujan, aku tau kau sedang bersedih untukku, ketika matahari mulai terbenam, aku tau kau tengah malu menatap wajahku, dan ketika malam datang penuh bintang, saat itu lah kau datang menemuiku, kau peluk dan selimuti aku dengan bintang-bintang.
tae wo, kini aku telah kuat, aku tak akan lemah lagi, aku akan selalu datang menemuimu, berkat kau tae wo, aku menemukan arti kasih sayang, arti memiliki,dan arti kelembutan. terima kasih telah memberikan semuanya untukku. kini aku yakin, kau ada disini bersamaku, bersama anak kita..
tae wo........ Aishiteru..........



end....................................................