Selasa, 10 Mei 2011

aku bahagia

ngeliat hari ne makan enak, jadi kebayang, gimana ya dengan anak- anak yang ada dijalanan sana.. apa mereka bisa menikmati makanan seenak ini setiap hari?
bagaimana mereka harus mengais rezeki setiap hari dengan ditemani debu2 kendaraan yang selalu memberi warna pekat pada hari2 mereka.
dimana letak perhatian pemerintah kita, dimana letak undang2 dasar yang menjelaskan bahwa " semua orang miskin dan anak2 terlantar akan dilindungi oleh negara? semuanya hanyalah sebatas rangkaian kata yang tersimpan dimuseum yang sekarang entah dimana letaknya.
aku heran melihat orang2 itu bisa betah diam didalam mobil ber ac. sementara anak2 jalanan yang mencoba menjajakan koran, beratapkan terik nya panas matahari yang berusaha menjilatkan panasnya pada kulit2 rapuh mereka. dimana letak hati nurani mereka. mana pelajaran kemanusiaan yang telah diajarkan sejak kita berada dibangku sekolah dasar...
apakah itu hanya sebatas pelajaran yang sewaktu2 bisa menguap kapan aja tanpa meninggalkan bekas sedikitpun.
ya Allah.... sadarkan lah para saudara2 ku itu ya Allah.... berilah mereka hidayah Mu,....
semoga Kau ketuk hati mereka, agar tak ada lagi anak2 kecil seusia sekolah harus berjalan menyisir langkah demi langkah hanya untuk mencari sesuap nasi untuk melanjutkan hidup..
ya Allah lindungi mereka... berilah mereka semangat untuk melanjutkan hari2 yang lebih baik. jangan pernah jauhkan mereka dari Rahmat Mu ya Rabb.... Aku mohon kan ini...
teman2 ku, jangan pernah kamu lalai dalam hidup ini, roda akan terus berputar sobbbbbbb.... g selamanya mu akan terus diatas, so,,,, jangan pernah sombong dan mengagung2 kan harta... toh itu harta titipan Allah, yang suatu2 bisa saja Dia tarik dari kehidupanmu....
inget juga, kalo sebagian harta mu itu, ada juga bagian untuk anak2 yang kurang mampu.. kalo mu punya sedikit rezeki, ajaklah mereka untuk bisa menikmati rezeki itu, niscaya Allah pasti akan menambah nikmat untuk mu....
uda dulu ya............

Sabtu, 07 Mei 2011

weekend hopless

sulistia_ningsih@rocketmail.combener-bener deh.. hari minggu gini gw sendirian dirumah, adx gw sibuk sendiri... huftttttttttttt.. sungguh menyesakkan dada... he.he.he...
capek mau ngapa2in, mam ja rasa nya aneh gini (mungkin gara2 lauk nya aja tuh yang emang harus diganti sama udang atao apalah)
Hem.. andaikan ada yang khilaf gitu, nganterin udang atau kepiting asam manis ke kost gw...... wah.... gw doain deh tuh orang biar sering2 anter in tuh makanan, tapi jangan cuma kepiting ma udang aja, sekali2 ayam penyet juga g papa, atau g' muluk2 deh, sop tunjang juga uda alhamdulillah. lalu ayam goreng, pizza, burgeer, jus mangga dan sate kambing juga g nolak...(mimpiiiiiiiiiiiiii kali yeeeeeeeeeeeeee)..
jadilah... mimpi ja uda menyenangkan... eit... tapi jangan salah, segala sesuatu itu berawal dari mimpi... makanya, banyakin mimpi aja.. dan kalo mau mimpi... mending bobok lagi yuk... mumpung masih pagi..... he.he.he.he
stoooooooooooooooooooppppppppppp.... cukup sampai disini aja lah ya.... ternyata setelah diintip2... masih banyak pakaian yang belum digosok...... jadinya weekend gw dikamar aja... gosok, nyapu, ngelap2.. loh... kok jadi kayak upik abu gini ya.... tapi.. g apa2 lah.... enjoy aja(kata LA Light).....
toh besok kalo uda nikah urusannya juga muter kesini2 juga... ya.. g papa lah jadi upik abu merangkap superwomen.. wonder women, huft diabsenin satu2 ya...
uda dulu ya.... so..... fighting sulis................................ u can do it............

lelah

yah.. itulah yang kurasakan saat ini, sangat lelah menjalani hari-hari yang begitu menyita fikiran ku... mengapa g ada yg bisa ngertiin aku....
entah lah... panas-panas kayak gini jadi pengen teriak sekuat-kuatnya, biar yang masih tidur siang terbangun semuanya...
tapi bisa gawat urusannya, ngamuk semuanya sama aku.. bisa di musuhi seumur hidup neh.
mau makan g selera, pengen diet lah kok ya tersiksa jadinya.
apalagi sakit magh ku menjerit2 kalo aku telat makan 1 meni.........................t aja.. bisa bayangin g tuh... gimana mau diet coba?. uda dibela-belain makan dikit pun tetep sama. semakin dikit aku makan, semakin dikit juga batas waktu kenyang-nya. alias cepet laper. nah loh? sama aja kan?. mending aku makan agak banyak an. yang penting kan teratur, sarapan minum susu, nasi sepiring plus lauk pauknya, roti 1 lembar cukup untuk mengawali hari-hari ku (he.he.he. emang nya perut ku se-elastis apa ya? kok muat begitu banyak makanan).
whatever lah, aku tutup kuping aja kalo ada yang berkoar-koar bilang aku gendut, suruh diet... hufffffffffffffffftttttt.... kata2 mutiara yang terlalu jadul buat aku. mending kata2 itu aku bungkus aja pake plastik, lalu ku buang deh ke tong sampah terdekat... yupzzzzzzzzzzzz urusan beres.. hi,hi.hi... jahat banget aku nih, padahal maksud mereka kan baik, biar aku agak langsingan dikit... menurut kamu dengan tinggi badan 163 cm, dan berat badan 55 kg tuh ideal g'?
kasih solusi dunk.... aku g butuh kata2 penyemangat atau motivasi apaan gitu, g, aku g butuh, cukup sudah, aku uda punya adik yang calon psikolog, jadi cukup dia aja yang kasih motivasi buat aku..
hem... ya sudahlah, aku sudah capek. mending aku bobok siang aja lah..
eit.... don't go anywhare ya,,.... stay terus di my blog... ok...
dan pantau terus setiap aktivitas saya setiap hari.. inget... ini langsung loh dari aku... (alias aku yang ngetik tiap hari) he.he.he.he.... jadi aartis dadakan lah... toh yang baca juga aku doank... he.he.he.

Jumat, 06 Mei 2011

Rabu, 04 Mei 2011

my family

i love my family, mom and dad... ne dia foto keluarga ku....

ne bapak ku tercinta, beliau tu orang nya begitu tegas, dia merupakan bapak terbaik di dunia. i love u dad....

kalo ini, adalah wanita tercantik yang pernah aku lihat. dia lah ibuku, ibu yang sangat menyayangi ku, dia rela mengorbankan nyawanya hanya demi terlahirnya aku didunia, dia adalah guru bagi ku, dalam menjalani kerasnya hidup didunia.

yang diatas tuh,,, wanita tercantik no 2 dirumahku... he.he.he. biarlah memuji diri sendiri.... manis kan??????????/

nah.. inilah wanita tercantik ke 3 dirumah ku, yupzzzzzzzzzz she's my zizta...imut kan?? insyaallah dia calon psikolog loh... amin......

nah... cowok kali ini, insyaallah calon suami saya... amin... hem...doi pandai main gitar loh.. selain itu, suaranya keren banget saat baca al-qur'an.... jadi ngiri dibuatnya...

Selasa, 03 Mei 2011

kecamatan lirik



jadi pengen balek kampung rasanya... hem..... kenangan akan kampung halaman, suatu saat nanti aku akan pulang untuk membangun kecamatan tercinta, oh ya... 1 lagi... aku lahir disalah satu desa di kecamatan lirik, namanya desa sungai-sagu... disana terdapat perusahaan minyak kelapa sawit loh.. namanya PT.TUNGGAL PERKASA PLANTATION. punya ASTRA gitu loh,,,, dan mau tau dimana letaknya... kalian pasti terkejut, karena letaknya tak jauh dari rumah saya, tepatnya 1 KM dari rumah saya. bising........ itu pasti,,, apalagi kalo lagi proses.. kalo orang baru pertama kali berkunjung dirumah saya, dipikirnya tuh suara hujan yang sangat deras... he.he.he/. lucu ya.. itu lah desa ku.. desa yang penduduknya sangat patuh sama agama.. tetangga kami lucu2.. dan saling membantu itu pasti... setiap hari minggu diadakan gotong royong di mushala kami... pokok nya keren deh....

balance scorecard

Konsep Balanced Scorecard selanjutnya akan disingkat BSC. BSC adalah pendekatan terhadap strategi manajemen yang dikembangkan oleh Drs.Robert Kaplan (Harvard Business School) and David Norton pada awal tahun 1990. BSC berasal dari dua kata yaitu balanced (berimbang) dan scorecard (kartu skor). Balanced (berimbang) berarti adanya keseimbangan antara performance keuangan dan non-keuangan, performance jangka pendek dan performance jangka panjang, antara performance yang bersifat internal dan performance yang bersifat eksternal. Sedangkan scorecard (kartu skor) yaitu kartu yang digunakan untuk mencatat skor performance seseorang. Kartu skor juga dapat digunakan untuk merencanakan skor yang hendak diwujudkan oleh seseorang di masa depan.
Mula-mula BSC digunakan untuk memperbaiki sistem pengukuran kinerja eksekutif. Awal penggunaannya kinerja eksekutif diukur hanya dari segi keuangan. Kemudian berkembang menjadi luas yaitu empat perspektif, yang kemudian digunakan untuk mengukur kinerja organisasi secara utuh. Empat perspektif tersebut yaitu keuangan, pelanggan, proses bisnis internal serta pembelajaran dan pertumbuhan.
BSC adalah suatu mekanisme sistem manajemen yang mampu menerjemahkan visi dan strategi organisasi ke dalam tindakan nyata di lapangan. BSC adalah salah satu alat manajemen yang telah terbukti telah membantu banyak perusahaan dalam mengimplementasikan strategi bisnisnya.
Keunggulan Balanced Scorecard
Dalam perkembangannya BSC telah banyak membantu perusahaan untuk sukses mencapai tujuannya. BSC memiliki beberapa keunggulan yang tidak dimiliki sistem strategi manajemen tradisional. Strategi manajemen tradisional hanya mengukur kinerja organisasi dari sisi keuangan saja dan lebih menitik beratkan pengukuran pada hal-hal yang bersifat tangible, namun perkembangan bisnis menuntut untuk mengubah pandangan bahwa hal-hal intangible juga berperan dalam kemajuan organisasi. BSC menjawab kebutuhan tersebut melalui sistem manajemen strategi kontemporer, yang terdiri dari empat perspektif yaitu: keuangan, pelanggan, proses bisnis internal serta pembelajaran dan pertumbuhan.
Keunggulan pendekatan BSC dalam sistem perencanaan strategis (Mulyadi, 2001, p.18) adalah mampu menghasilkan rencana strategis, yang memiliki karakteristik sebagai berikut (1) komprehensif, (2) koheren, (3)seimbang dan (4) terukur
Perspektif dalam Balanced Scorecard
Adapun perspektif-perspektif yang ada di dalam BSC adalah sebagai berikut:

1. Perspektif Keuangan
BSC memakai tolak ukur kinerja keuangan seperti laba bersih dan ROI, karena tolak ukur tersebut secara umum digunakan dalam perusahaan untuk mengetahui laba. Tolak ukur keuangan saja tidak dapat menggambarkan penyebab yang menjadikan perubahan kekayaan yang diciptakan perusahaan atau organisasi (Mulyadi dan Johny Setyawan, 2000).
Balanced Scorecard adalah suatu metode pengukuran kinerja yang di dalamnya ada keseimbangan antara keuangan dan non-keuangan untuk mengarahkan kinerja perusahaan terhadap keberhasilan. BSC dapat menjelaskan lebih lanjut tentang pencapaian visi yang berperan di dalam mewujudkan pertambahan kekayaan tersebut (Mulyadi dan Johny Setyawan, 2000) sebagai berikut:
1. Peningkatan customer 'yang puas sehingga meningkatkan laba (melalui peningkatan revenue).
2. Peningkatan produktivitas dan komitmen karyawan sehingga meningkatkanlaba (melalui peningkatan cost effectiveness).
3. Peningkatan kemampuan perasahaan untuk menghasilkan financial returns dengan mengurangi modal yang digunakan atau melakukan investasi daiam proyek yang menghasilkan return yang tinggi.
Di dalam Balanced Scorecard, pengukuran finansial mempunyai dua peranan penting, di mana yang pertama adalah semua perspektif tergantung pada pengukuran finansial yang menunjukkan implementasi dari strategi yang sudah direncanakan dan yang kedua adalah akan memberi dorongan kepada 3 perspektif yang lainnya tentang target yang harus dicapai dalam mencapai tujuan organisasi.
Menurut Kaplan dan Norton, siklus bisnis terbagi 3 tahap, yaitu: bertumbuh (growth), bertahan (sustain), dan menuai (harvest), di mana setiap tahap dalam siklus tersebut mempunyai tujuan fmansial yang berbeda. Growth merupakan tahap awal dalam siklus suatu bisnis. Pada tahap ini diharapkan suatu bisnis memiliki produk baru yang dirasa sangat potensial bagi bisnis tersebut.
Untuk itu, maka pada tahap growth perlu dipertimbangkan mengenai sumber daya untuk mengembangkan produk baru dan meningkatkan layanan, membangun serta mengembangkan fasilitas yang menunjang produksi, investasi pada sistem, infrastruktur dan jaringan distribusi yang akan mendukung terbentuknya hubungan kerja secara menyeluruh dalam mengembangkan hubungan yang baik dengan pelanggan. Secara keseluruhan tujuan fmansial pada tahap ini adalah mengukur persentase tingkat pertumbuhan pendapatan, dan tingkat pertumbuhan penjualan di pasar sasaran.
Tahap selanjutnya adalah sustain (bertahan), di mana pada tahap ini timbul pertanyaan mengenai akan ditariknya investasi atau melakukan investasi kembali dengan mempertimbangkan tingkat pengembalian yang mereka investasikan. Pada tahap ini tujuan fmansial yang hendak dicapai adalah untuk memperoleh keuntungan. Berikutnya suatu usaha akan mengalami suatu tahap yang dinamakan harvest (menuai), di mana suatu organisasi atau badan usaha akan berusaha untuk mempertahankan bisnisnya. Tujuan finansial dari tahap ini adalah untuk untuk meningkatkan aliran kas dan mengurangi aliran dana.
2. Perspektif Pelanggan
Dalam perspektif pelanggan, perusahaan perlu terlebih dahulu menentukan segmen pasar dan pelanggan yang menjadi target bagi organisasi atau badan usaha. Selanjutnya, manajer harus menentukan alat ukur yang terbaik untuk mengukur kinerja dari tiap unit opetasi dalam upaya mencapai target finansialnya. Selanjutnya apabila suatu unit bisnis ingin mencapai kinerja keuangan yang superior dalam jangka panjang, mereka harus menciptakan dan menyajikan suatu produk baru/jasa yang bernilai lebih baik kepada pelanggan mereka (Kaplan, dan Norton, 1996).
Produk dikatakan bernilai apabila manfaat yang diterima produk lebih tinggi daripada biaya perolehan (bila kinerja produk semakin mendekati atau bahkan melebihi dari apa yang diharapkan dan dipersepsikan pelanggan). Perusahaan terbatas untuk memuaskan potential customer sehingga perlu melakukan segmentasi pasar untuk melayani dengan cara terbaik berdasarkan kemampuan dan sumber daya yang ada. Ada 2 kelompok pengukuran dalam
perspektif pelanggan, yaitu:

1. Kelompok pengukuran inti icore measurement group).
Kelompok pengukuran ini digunakan untuk mengukur bagaimana perusahaan memenuhi kebutuhan pelanggan dalam mencapai kepuasan, mempertahankan, memperoleh, dan merebut pangsa pasar yang telah ditargetkan. Dalam kelompok pengukuran inti, kita mengenal lima tolak ukur, yaitu: pangsa pasar, akuisisi pelanggan (perolehan pelanggan), retensi pelanggan (pelanggan yang dipertahankan), kepuasan pelanggan, dan profitabilitas pelanggan.

2. Kelompok pengukuran nilai pelanggan {customer value proposition).
Kelompok pengukuran ini digunakan untuk mengetahui bagaimana perusahaan mengukur nilai pasar yang mereka kuasai dan pasar yang potensial yang mungkin bisa mereka masuki. Kelompok pengukuran ini juga dapat menggambarkan pemacu kinerja yang menyangkut apa yang harus disajikan perusahaan untuk mencapai tingkat kepuasan, loyalitas, retensi, dan akuisisi pelanggan yang tinggi. Value proposition menggambarkan atribut yang disajikan perusahaan dalam produk/jasa yang dijual untuk menciptakan loyalitas dan kepuasan pelanggan. Kelompok pengukuran nilai pelanggan terdiri dari:
a. Atribut produk/jasa, yang meliputi: fungsi, harga, dan kualitas produk.
b. Hubungan dengan pelanggan, yang meliputi: distribusi produk kepada pelanggan, termasuk respon dari perusahaan, waktu pengiriman, serta bagaimana perasaan pelanggan setelah membeli produk/jasa dari perusahaan yang bersangkutan.
c. Citra dan reputasi, yang menggambarkan faktor intangible bagi perusahaan untuk menarik pelanggan untuk berhubungan dengan perusahaan, atau membeli produk.
3. PerspektifProses Bisnis Internal
Perspektif proses bisnis internal menampilkan proses kritis yang memungkinkan unit bisnis untuk memberi value proposition yang mampu menarik dan mempertahankan pelanggannya di segmen pasar yang diinginkan dan memuaskan harapan para pemegang saham melalui flnancial retums (Simon, 1999).
Tiap-tiap perasahaan mempunyai seperangkat proses penciptaan nilai yang unik bagi pelanggannya. Secara umum, Kaplan dan Norton (1996) membaginya dalam 3 prinsip dasar, yaitu:
1. Proses inovasi.
Proses inovasi adalah bagian terpenting dalam keseluruhan proses produksi. Tetapi ada juga perusahaan yang menempatkan inovasi di luar proses produksi. Di dalam proses inovasi itu sendiri terdiri atas dua komponen, yaitu: identifikasi keinginan pelanggan, dan melakukan proses perancangan produk yang sesuai dengan keinginan pelanggan. Bila hasil inovasi dari perusahaan
tidak sesuai dengan keinginan pelanggan, maka produk tidak akan mendapat tanggapan positif dari pelanggan, sehingga tidak memberi tambahan pendapatan bagi perasahaan bahkan perasahaan haras mengeluarkan biaya investasi pada proses penelitian dan pengembangan.
2. Proses operasi.
Proses operasi adalah aktivitas yang dilakukan perusahaan, mulai dari saat penerimaan order dari pelanggan sampai produk dikirim ke pelanggan. Proses operasi menekankan kepada penyampaian produk kepada pelanggan secara efisien, dan tepat waktu. Proses ini, berdasarkan fakta menjadi fokus utama dari sistem pengukuran kinerja sebagian besar organisasi.
3. Pelayananpumajual.
Adapun pelayanan purna jual yang dimaksud di sini, dapat berupa garansi, penggantian untuk produk yang rusak, dll.
4. Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan
Perspektif ini menyediakan infrastruktur bagi tercapainya ketiga perspektif sebelumnya, dan untuk menghasilkan pertumbuhan dan perbaikan jangka panjang.
Penting bagi suatu badan usaha saat melakukan investasi tidak hanya pada peralatan untuk menghasilkan produk/jasa, tetapi juga melakukan investasi pada infrastruktur, yaitu: sumber daya manusia, sistem dan prosedur. Tolak ukur kinerja keuangan, pelanggan, dan proses bisnis internal dapat mengungkapkan kesenjangan yang besar antara kemampuan yang ada dari manusia, sistem, dan prosedur. Untuk memperkecil kesenjangan itu, maka suatu badan usaha harus melakukan investasi dalam bentuk reskilling karyawan, yaitu: meningkatkan kemampuan sistem dan teknologi informasi, serta menata ulang prosedur yang ada.
Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan mencakup 3 prinsip kapabilitas yang terkait dengan kondisi intemal perusahaan, yaitu:

1. Kapabilitas pekerja.
KapabiLitas pekerja adalah merupakan bagian kontribusi pekerja pada perusahaan. Sehubungan dengan kapabilitas pekerja, ada 3 hal yang harus diperhatikan oleh manajemen:

a. Kepuasan pekerja.
Kepuasan pekerja merupakan prakondisi untuk meningkatkan produktivitas, tanggungjawab, kualitas, dan pelayanan kepada konsumen. Unsur yang dapat diukur dalam kepuasan pekerja adalah keterlibatan pekerja dalam mengambil keputusan, pengakuan, akses untuk mendapatkan informasi, dorongan untuk bekerja kreatif, dan menggunakan inisiatif, serta dukungan dari atasan.

b. Retensi pekerja.
Retensi pekerja adalah kemampuan imtuk mempertahankan pekerja terbaik dalam perusahaan. Di mana kita mengetahui pekerja merupakan investasi jangka panjang bagi perusahaan. Jadi, keluamya seorang pekerja yang bukan karena keinginan perusahaan merupakan loss pada intellectual capital dari perusahaan. Retensi pekerja diukur dengan persentase turnover di perusahaan.

c. Produktivitas pekerja.
Produktivitas pekerja merupakan hasil dari pengaruh keseluruhan dari peningkatan keahlian dan moral, inovasi, proses internal, dan kepuasan pelanggan. Tujuannya adalah untuk menghubungkan output yang dihasilkan oleh pekerja dengan jumlah pekerja yang seharusnya untuk menghasilkan output tersebut.

2. Kapabilitas sistem informasi.
Adapun yang menjadi tolak ukur untuk kapabilitas sistem inforaiasi adalah tingkat ketersediaan informasi, tingkat ketepatan informasi yang tersedia, serta jangka waktu untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan.

3. Iklim organisasi yang mendorong timbulnya motivasi, dan pemberdayaan adalah penting untuk menciptakan pekerja yang berinisiatif. Adapun yang menjadi tolak ukur hal tersebut di atas adalah jumlah saran yang diberikan pekerja.
Labels: Manajemen
Banyak metoda untuk mengukur keberhasilan suatu perusahaan atau organisasi. Beberapa tahun kebelakang ukuran keberhasilan itu kebanyakan dinilai dari financial performance dan atau market share saja, walaupun sekarang juga masih banyak yang mengunakan ukuran tersebut.
Di era Teknologi Informasi dan Komunikasi saat ini banyak pelaku di bisnis ini lebih mengutamakan kepada pertumbuhan (growth) dibandingkan dengan financial. Kita ketahui bahwa bisnis TIK memerlukan comunity yang menggunakan produknya (hardware/software/services/others) dan belum tentu comunity tadi membayar untuk produk tersebut secara langsung. Keuntungan akan didapat setelah comunity terbentuk menjadi loyal comunity.
Di era TIK ini, banyak pelaku bisnis yang menggunakan Balanced Scorecard (BSC) dengan hasil yang sangat menakjubkan. Pendekatan yang dilakukan pada Balanced Scorecard menghubungkan strategi yang ada dalam suatu organisasi/perusahaan, mulai dari visi, critical success factor(dalam hal ini saya analogikan pada rencana strategi), dan pengukuran performansi keberhasilan. Pengukuran dalam Balanced Scorecard dibagi kedalam empat perspektif : Customer, Internal Business, Innovation and Learning, dan Financial Perspective.
Perspektif pelanggan menggunakan ukuran berapa “nilai” yang diberikan kepada pelanggan dilihat dari segi waktu, kualitas, performansi dan layanan, dan biaya. Contohnya ukuran kecepatan waktu mulai dari permintaan sampai dengan pengiriman sampai ditangan pelanggan, tingkat kepuasan pelanggan terhadap produk kita, tingkat penjualan terhadap produk baru, dan atau banyaknya service call yang dilayani.
Pada perspektif internal dapat mengevaluasi ekspektasi yang diharapkan pelanggan dapat terpenuhi melalui perbaikan proses di internal organisasi tersebut. Disini juga kita dapat mengukur tingkat keahlian dan produktifitas karyawan, kualitas yang dihasilkan oleh organisasi tersebut, dan atau sistem informasi yang baik yang berjalan dalam organisasi.
Dari sisi perspektif inovasi dan pembelajaran dari suatu organisasi kita dapat mengukurnya melalui, peningkatan dan inovasi yang berkelanjutan terhadap produk-produk yang dimiliki. Kita harus garis bawahi bahwa produk disini tidak selamanya berupa barang, pelayanan dan hal-hal lain yang bersifat jasa pun adalah produk. Ukuran yang diberikan antara lain banyaknya produk-produk baru yang dihasilkan dan persentase kebrhasilan penjualannya, tingkat penestrasi terhadap market baru, atau implementasi SCM (supply Chain Management), dll.
Apabila target-target diatas dapat terpenuhi maka efeknya akan mengimbas pada perspektif finansial juga. Finansial disini termasuk mengukur pendapatan dan pengeluaran, lebih dalamnya lagi ROI (return on investment), tingkat penjualan, pertumbuhan market share, dll.
Hal terpenting yang harus kita pahami adalah bagaimana suatu organisasi mendefinisikan apa yang ingin dicapai serta membuat ukurannya yang selanjutnya terus memonitor progres yang telah dicapai. Selanjutnya kita bisa melihat apakah tujuan kita akan tercapai atau tidak.
Balanced Scorecard diukur dalam jangka pendek dan jangka panjang dan di evaluasi setiap bagian yang ada dalam suatu organisasi yang akan memberikan kontribusi untuk mewujudkan setiap tujuan. Balanced Scorecard dapat diterapkan oleh semua jenis organisasi dan semua jenis industri baik profit maupun non-profit.

Minggu, 01 Mei 2011

biaya kualitas

Kualitas produk dan biaya kualitas merupakan faktor terpenting dalam menjamin keunggulan perusahaan untuk memenangkan persaingan di pasar. Hal ini disebabkan oleh sikap konsumen yang semakin kritis dan selektif untuk membuat keputusan membeli suatu produk. Sehingga secara tidak langsung perusahaan dituntut untuk menghasilkan produk yang benar-benar berkualitas tinggi dengan harga yang bersaing. Untuk mencapai kualitas yang tinggi perusahaan harus selalu melakukan perbaikan kualitas secara terus-menerus sejalan dengan pengembangan terhadap sumber daya manusia dan peralatan-peralatan yang digunakan dalam produksi.
Apabila suatu perusahaan mengabaikan kualitas dari produknya sama dengan perusahaan tersebut merusak masa depannya sendiri karena dikemudian hari nantinya perusahaan akan kehilangan pangsa pasarnya. Peningkatan kualitas dan mempertahankan kualitas memerlukan dana atau biaya yang disebut biaya kualitas. Jadi bisa dikatakan biaya kualitas adalah biaya yang dikeluarkan agar hasil dari proses produksi mempunyai kualitas yang sesuai dengan yang diinginkan atau bahkan lebih baik. Peningkatan atau penurunan kualitas mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap biaya kualitas dan biaya-biaya lain yang terlibat. Kualitas yang buruk berarti pemanfaatan sumber daya yang ada belum tepat. Hal ini melibatkan pemborosan bahan baku, tenaga kerja, waktu, peralatan, dan akibatnya melibatkan biaya yang lebih tinggi atau bisa dikatakan terjadinya pemborosan dalam perusahaan. Biaya tinggi yang terjadi, selain karena pemborosan faktor-faktor produksi juga terjadi karena pengerjaan ulang atau kerusakan produk yang harus ditanggung oleh perusahan. Dengan kualitas yang baik maka pemborosan, pengerjaan ulang dan kerusakan produk tidak akan terjadi dan biaya-biaya yang dikeluarkan akan lebih efisien.
Biaya kualitas yang dikeluarkan haruslah dilaporkan secara periodik. Hal ini sangat bermanfaat bagi manajemen perusahaan untuk digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Selain itu biaya kualitas digunakan untuk menambah perhatian para manajer terhadap kualitas dan juga sebagai informasi mengenai bagian atau area mana yang perlu diperhatikan secara khusus. Selama ini setiap perusahaan pasti telah memperhatikan dan berusaha untuk meningkatkan kualitasnya, tetapi banyak dari mereka yang belum melaporkan biaya kualitas sebagai laporan tersendiri yang dilaporkan secara periodik. Biasanya biaya kualitas dapat digunakan sebagai informasi yang akurat bagi perusahaan atau manajemen untuk membuat strategi atau taktik perusahaan di masa yang akan datang.
Dalam penentuan harga pokok produk, sistim akuntansi biaya tradisional kurang sesuai lagi untuk diterapkan di era tekhnologi yang modern seperti saat ini. Karena sistem ini mempunyai beberapa kelemahan. Diantaranya adalah memberikan informasi biaya yang terdistorsi. Distorsi timbul karena adanya ketidakakuratan dalam pembebanan biaya, sehingga mengakibatkan kesalahan penentuan biaya, pembuatan keputusan, perencanaan, dan pengendalian (Supriyono, 1999: 259). Distorsi tersebut juga mengakibatkan undercost/overcost terhadap produk (Hansen & Mowen, 2005). Adanya berbagai kelemahan tersebut dapat diatasi dengan penggunaan metode Activity-Based Costing.
Activity-Based Costing adalah metode penentuan harga pokok yang menelusur biaya ke aktivitas, kemudian ke produk. Perbedaan utama penghitungan harga pokok produk antara akuntansi biaya tradisional dengan ABC adalah jumlah cost driver (pemicu biaya) yang digunakan dalam metode ABC lebih banyak dibandingkan dalam sistem akuntansi biaya tradisional.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari perhitungan tarif rawat inap dengan menggunakan metode ABC, apabila dibandingkan dengan metode tradisional maka metode ABC memberikan hasil yang lebih besar kecuali pada kelas VIP dan Utama I yang memberikan hasil lebih kecil. Hal ini disebabkan karena pembebanan biaya overhead pada masing-masing produk. Pada metode akuntansi biaya tradisional biaya overhead pada masing-masing produk hanya dibebankan pada satu cost driver saja. Akibatnya cenderung terjadi distorsi pada pembebanan biaya overhead. Sedangkan pada metode ABC, biaya overhead pada masing-masing produk dibebankan pada banyak cost driver. Sehingga dalam metode ABC, telah mampu mengalokasikan biaya aktivitas kesetiap kamar secara tepat berdasarkan konsumsi masing-masing aktivitas.