"kau tau naomi?", kemana orang pergi setelah mati?" Tae wo bertanya sambil terus memandangi sungai yang ada didepannya.
"eh?",naomi mengerutkan keningnya."hei, jung tae wo, apa maksudmu?"
tae wo menghadapkan wajahnya ke naomi,"suatu saat nanti,kita pasti akan mati bukan?"
"tae wo, kau harus bertahan hidup,kau tak boleh menyerah dengan keadaan ini"naomi menyentuh tangan tae wo sambil terus memandangnya.
tae wo menganggukkan kepalanya, sambil terus memandang hampa aliran sungai itu. sungai adalah salah satu hal yang paling ia sukai, entah mengapa, ia ingin seperti sungai, karena sungai hanya akan bergerak maju, ia begitu kuat. ia ingin seperti itu, ia ingin menjaga naomi sepanjang umurnya.
"jika kelak aku mati, aku ingin menjadi angkasa, agar aku bisa menjaga mu setiap waktu, aku akan memantau semua kegiatan mu", ujar tae wo.
"kau ingin menempel seperti magnet ya?"naomi mncoba mencairkan suasana.
"hem,,,"tae wo menganggukkan kepalanya."aku dan anak kita akan selalu menjaga mu dari surga, sehingga kau tidak merasa sendiri naomi,kemana pun kau pergi, kita akan selalu pergi bertiga".
sebenarnya naomi tidak suka melihat ekspresi tae wo seperti itu, karena itu bisa meruntuhkan air mata yang sedari tadi ia bendung. ia ingin tegar, supaya tae wo juga tegar menghadapi penyakit kanker yang dideritanya. ia ingin selalu disamping tae wo disisa umurnya, yang kata dokter tinggal 3 bulan lagi..
ya tuhan, aku mohon, jangan kau ambil tae wo ku sekarang, aku masih ingin bersamanya 1 tahun lagi... 10 tahun lagi, 100 tahun lagi, dan selamanya..ujar naomi dalam hati..
waktu begitu cepat berlalu, tak terasa, hari ini menjadi hari terakhirku bersama tae wo..
"sayang,tolong ambilkan pena", ucap tae wo sambil tertawa..
aku pun tertawa mendengarnya, tak seperti biasanya dia memanggilku dengan kata-kata sayang, ini lah pertama kalinya dia mengucapkan kata sayang kepada ku. aku begitu bahagia..tapi.. kebahagiaan itu tak berlangsung lama, karena suster datang dan mengatakan bahwa tae wo harus cek ulang..
"ah..suster, kenapa kau datang diwaktu yang tidak tepat,"ujar tae wo.."naomi, aku mohon, tolong kau cetak semua foto yang ada di kamera ini,"pinta tae wo.
"baik lah, aku akan cetak semuanya, sesuai pesananmu, aku akan datang setelah kau selesai diperiksa, ok, kau harus berjanji pada ku, kau akan baik-baik saja tae wo."
tae wo hanya tersenyum mendengar kata-kata naomi, "aku akan selalu ada disampingmu naomi", ujarnya dalam hati.
"bye naomi, aku akan menunggumu", kata tae wo seraya melambaikan tangannya kepada naomi.
deg..... mengapa ini, mengapa begitu sedih rasanya melihat wajah tae wo, mengapa ia tak mau kehilangan kesempatan untuk melihat wajah tae wo sebelum memasuki ruang periksa.. mengapa begitu hampa rasanya. mengapa wajah itu kelihatan begitu aneh. mengapa aku takut. mengapa???????
hem... mungkin ini hanya perasaannya saja, ya tuhan, aku mohon,jangan kau ambil tae wo ku, aku masih ingin bersamanya. ditahun-tahun berikutnya, bersama-sama mengunjungi makam anak kami..
"ya.. sekarang waktunya aku mencetak semua foto-foto ini, sebelum tae wo selesai diperiksa, aku harus sudah ada disini lagi,"
.
.
.
"naomi, kau dimana?, cepat kerumah sakit, tae wo........."suara ibu tae wo ditelepon teredengar begitu ketakutan.
"ada apa dengan tae wo bibi, bukannya tadi dia baik-baik saja", kata naomi
keluarga tae wo begitu sedih melihat keadaan tae wo yang tiba-tiba kritis, sebelumnya mereka sempat tenang, melihat keadaan tae wo yang semakin membaik, kini anak mereka terbujur lemas, berbagai alat bantu pernapasan mulai memenuhi sekujur tubuh tae wo, dokter berusaha keras mengembalikan detak jantung tae wo yang sempat berhenti.
ring.....ring.....
"naomi...."teriak keiko, kakak kandung tae wo.
"kak, tolong berikan kepada tae wo,"teriak naomi lewat video call.
"hem... baiklah,"
"tae wo, bangun, naomi ada bersamamu", keiko berusaha membangunkan tae wo.
"tae wo, bangun, ini aku naomi, tae wo bangun, bukannya tadi kamu baik-baik saja, tae wo.... bangun.... aku telah mencuci semua fotonya, kenapa hanya ada foto ku, tae wo.. bangun tae wo...kita belum sempat foto berdua, tae wo ayo bangun," teriak naomi sambil berurai air mata (lewat video call).
tiba-tiba tae wo membuka matanya, seraya berkata,"naomi".
"tae wo, kau bicara apa, aku tak mendengarnya"teriak naomi.
"naomi, tersenyum", tae wo berusaha keras untuk menyampaikannya.
naomi pun memaksakan senyum dibibirnya, ia begitu takut kehilangan tae wo..."tae wo, kau baik-baik saja kan, tae wo, tunggu aku, sebentar lagi aku sampai" kata naomi sambil memutuskan sambungan telponnya.
tae wo hanya bisa tersenyum, kini matanya mulai redup, dan terus tertutup, air matanya menetes seiring dengan kepergiannya untuk selama-lamanya.
"tae wo..................................bangun nak, ibu disini nak, ayo bangun tae wo"teriak ibunya sambil mengguncang-guncang tubuh tae wo yang lemas tak berdaya...
naomi melihat itu semua, ia hanya terpaku, diam, berdiri didepan pintu kamar tae wo, kini tae wo telah pergi meninggalkannya. hidupnya sangat hampa...
.
.
.
kini tiba waktu pemakaman tae wo, kini tae wo tak lagi merasakan sakit yang terus menyiksa dirinya, kini tae wo telah tersenyum, ya, setidaknya itulah yang bisa naomi rasakan ketika melihat foto dirinya bersama tae wo. ia dan keluarganya pergi kerumah tae wo.
"naomi, dari tadi tae wo sedang menunggumu, ucapkanlah kata-kata terakhirmu untuknya,"ujar keiko.
naomi menghampiri tae wo yang kini terbujur kaku, tae wo yang kini tak bisa bangun untuk melihat kehadirannya, dengan langkah kaki yang sangat berat,naomi terus berjalan menghampiri tae wo.
"bodoh,"ucap naomi ketika sampai disamping tae wo,"kenapa kau tinggalkan aku sendiri, kini aku harus menjalani semuanya sendiri tanpamu lagi disisiku, tae wo, bangun tae wo, bilang, aku harus bagaimana?"
semua sedih mendengar naomi berkata seperti itu.
"tae wo, wajah mu seperti ini, hidung mu seperti ini, bibirmu seperti ini, tae wo, bagaimana ini, bagaimana kalau aku lupa dengan wajahmu, bagaimana kalau aku lupa dengan senyumanmu, tae wo, bangun tae wo."ucap naomi sambil berurai air mata..
"tae wo....... Aishiteru, Aishiteru..."naomi mulai tak bisa mengendalikan emosinya...."tae wo, tunggu aku, aku akan datang menemuimu, aku tak akan membiarkan kau sendirian disana, tae wo, jemput aku tae wo" naomi mulai tak sadarkan diri, kemudian ia pun dibawa kekamar tae wo....
ketika naomi sudah sadarkan diri, tiba-tiba ia melihat sosok tae wo disampingnya, tae wo tersenyum kepadanya, tapi... senyum itu kian memudar seiring dengan pudarnya sosok tae wo dihadapannya.
"tae wo, itu kah kau, kau menemaniku tae wo, tae wo, kenapa kau pergi, tae wo......................." teriak naomi.
.
.
.
.
waktu telah berlalu, setahun sudah tae wo meninggalkan naomi sendirian..
tae wo, terima kasih, terima kasih telah mengajarkan cinta kepadaku, kau lah cinta pertamaku, dan hanya kau,kau cinta terakhirku, aku akan mengunci rapat-rapat dirimu dihatiku, taka akan kubiarkan orang lain menggantikan dirimu disana, dilubuk hatiku yang paling dalam. tae wo.kuharap kau bahagia disana, kuharap kau telah bertemu dengan anak kita, tae wo, apakah kau kini tengah melihatku....
ketika aku rindu padamu aku akan melihat langit, ketika kudapati langit biru yang cerah, aku yakin kau sedang tersenyum menatapku, ketika langit meneteskan air hujan, aku tau kau sedang bersedih untukku, ketika matahari mulai terbenam, aku tau kau tengah malu menatap wajahku, dan ketika malam datang penuh bintang, saat itu lah kau datang menemuiku, kau peluk dan selimuti aku dengan bintang-bintang.
tae wo, kini aku telah kuat, aku tak akan lemah lagi, aku akan selalu datang menemuimu, berkat kau tae wo, aku menemukan arti kasih sayang, arti memiliki,dan arti kelembutan. terima kasih telah memberikan semuanya untukku. kini aku yakin, kau ada disini bersamaku, bersama anak kita..
tae wo........ Aishiteru..........
end....................................................
Tidak ada komentar:
Posting Komentar