ed bingung apa yang akan dia katakan pada gadis disamping nya, sahabat kecilnya, yang entah sejak kapan berubah menjadi seseorang yang sangat istimewa baginya,yang mulai merongrong hatinya, menjajah fikirannya, dan menguras semua waktu nya hanya untuk memikirkan kafka.
ed................? teriak kafka,"kamu dengar nggak sih aku ngomong".
"oh, maaf,"kata ed, "aku dengar kok,aku cuma mau bilang,kalau lusa aku akan berangkat ke paris, aku memutuskan untuk kuliah disana."
"apa...... kamu mau kuliah disana?" ed, kenapa baru bilang sekarang, kenapa? lusa kamu pergi, tapi aku baru tahu sekarang, ed, kamu anggap aku apa?"kafka mulai terisak.
"maaf kan aku ka, aku nggak bermaksud buat kamu sedih, kamu tahu kan, kalau papa aku pengen banget aku kuliah disana,ini juga merupakan keputusan yang begitu mendadak buat ku."
kafka hanya diam sambil sesenggukkan, dia tak tahu, mengapa tiba-tiba hatinya begitu sedih ketika mendengar ed akan pergi, dia tak tahu apa arti semua ini. dia hanya ingin selamanya dengan ed. tapi dia tak ingin ed sedih hanya gara-gara dia menjadi penghalang cita-cita ed.
ed melihat kafka yang hanya diam begitu mendengar jawaban darinya, ed merasa sedih, dulu ia pernah berjanji. jika ada yang berani buat kafka sedih, dia lah orang pertama yang akan memberi pelajaran bagi orng yang kurang ajar tersebut. tapi kini, justru ia orang yang paling jahat, dia lah yang seharusnya diberi pelajaran.
"ka, aku janji, selama 4 tahun disana, aku tak akan pernah melupakanmu, kita juga bisa komunikasi terus lewat e-mail. aku akan selalu memberi kabar." ed mencoba mencairkan suasana.
kafka mencoba untuk tersenyum" ed, aku nggak sedih kok, aku justru senang, sahabatku bisa kuliah diparis, jangan lupa, kalau pulang bawa oleh-oleh buat ku ya?"
ed tau, kafka hanya pura-pura tegar dihadapannya, dia telah mengenal kafka hampir 6 tahun. ed sangat paham sifat kafka.
"ka, aku janji, setelah 4 tahun nanti, aku akan pulang menemui mu. kita akan bersama-sama lagi..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar