Selasa, 13 Desember 2011

you're my everything mom


You’re my everything
Ibuku memang tidak seperti ibu teman-temanku yang lain, ibuku bukanlah seorang yang memiliki title dibelakang namanya. Bahkan untuk menamatkan sekolah dasar saja ibu tidak bisa. Tapi ibuku adalah sosok istimewa dalam hidupku. Dia memiliki cinta luar biasa bagi suami dan anak-anaknya. Dari kecil ibu mengajariku dengan sabar, bahkan yang takkan pernah aku lupakan adalah ketika aku mulai belajar membaca, ibu tidak memiliki banyak buku bacaan untuk anak seusia ku, sementara aku terus merengek minta buku bacaan baru. Ibu tak memiliki cukup uang untuk membeli majalah baru untukku. Akhirnya ibu meminjam majalah Bobo kepada bude yang rumahnya sangat jauh dengan berjalan kaki, karena masa itu kami tidak mempunyai kendaraan.
Berkat kesabaran ibu, aku bisa menjadi seperti sekarang. Ibu memang tidak berpendidikan tinggi, tapi beliau mampu melahirkan kami yang kini dapat mengenyam pendidikan tersebut. aku dan adikku termasuk anak yang berprestasi disekolah, kami berdua tak pernah absen menjadi juara kelas. Ibuku tak pernah menjanjikan hadiah apapun ketika aku mendapat juara kelas, bahkan ketika aku mendapat juara umum pun, atau ketika aku lulus SMA dengan nilai tertinggi aku juga tidak mendapatkan hadiah apa-apa dari orangtuaku. Mereka hanya berkata”tingkat kan lagi prestasinya, jangan jadi sombong” itu saja. Tapi aku tahu, ibu bangga padaku, aku tahu ibu bahagia memiliki kami. Biasanya ibu menyampaikan rasa bangga dan bahagianya dengan memeluk dan mencium pipiku.itu sudah cukup bagiku, itu adalah hadiah teristimewa yang tak kan mampu tergantikan dengan yang lain.
Kembali ke masa lalu
Tahun 2004 silam, kebahagiaan menjauh dari keluarga ku, yang datang adalah ujian dari Allah kepada kami. Ketika aku baru saja duduk di kelas 3 SMP, masuk dalam kelas unggulan, ibuku sakit. Ketika aku ingin memberikan kabar bahagia itu kepadanya, ternyata kabar dukalah yang sampai ditelingaku terlebih dahulu. Pulang sekolah aku tidak menemukan ibu dirumah, yang ada justru mbah putri. Tak lama kemudian bapak datang untuk mengemasi baju ibu, kata bapak, dokter di tempat tinggalku tidak mampu mengobati ibu, jadi ibu harus dibawa ke pekanbaru. Saat itu aku takut, aku takut ibu pergi selama-lamanya, aku takut ibu tidak dapat menemaniku sampai aku dewasa, aku takut tidak bisa bercanda lagi dengannya. Aku berkata dalam tangis, dosa apa yang telah kubuat sampai ibuku sakit seperti ini, aku berdoa,kalau Allah mengambil ibuku, tolong ambil nyawaku juga, aku ingin bersama ibu selamanya.
Tapi, ternyata Allah punya kehendak lain, ibuku sembuh, memang belum sepenuhnya sembuh, tapi setidaknya kini ibu dapat berjalan dan beraktifitas lagi. Aku bersujud syukur kepada-Nya. Aku tak dapat membayangkan bagaimana aku dapat hidup tanpa sosok ibu disampingku. Ibu adalah guruku, dibalik ketidak sempurnaannya sebagai manusia, ibu memiliki sejuta kelebihan dimataku. Sudah 7 tahun ibuku terkena stroke, penyakit itu telah membuang semua harapan ibu untuk menjadi seorang istri yang mampu meringankan beban suaminya.
Kini.......
Kebahagiaan itu kembali menghampiri keluarga kami, ibu semakin membaik, meskipun berjalan harus menggunakan tongkat. Tidak masalah bagiku, tak pernah terbesit rasa malu didiriku memiliki ibu yang tidak bisa berjalan dengan sempurna, bahkan jujur kukatakan, aku bangga memilikinya. Ibuku memiliki kesabaran luar biasa dalam menanti kesembuhannya, semoga Allah selalu melindunginya. Amin.
Saat ini ibu dan bapak hanya tinggal berdua dirumah, aku dan adikku berada dipekanbaru untuk kuliah. Kini aku adalah mahasiswi semester 7 di Fakultas Ekonomi yang tengah merampungkan skripsiku. Dari awal masuk kuliah aku mendapatkan beasiswa,oleh karena itu, aku dituntut untuk mendapatkan IP yang tinggi, hanya itulah yang dapat kulakukan untuk meringankan beban orangtuaku. Dengan beasiswa itu aku dapat membelikan sedikit hadiah untuk ibu dan bapak, meskipun sebenarnya mereka tak mengharapkan itu dari ku. Yang mereka harapkan adalah aku jadi anak yang dapat mereka banggakan, aku tidak membuat malu mereka baik dimata Allah maupun dimata manusia, itu sudah cukup baginya.

Assalamualaikum.wr.wb
Singkat kata mengenai saya
Nama saya Sulistia Ningsih, saya anak pertama dari 2 bersaudara dari pasangan Suyud dan Rosida. Kuliah di Fakultas Ekonomi jurusan Akuntansi angkatan 2008. Sekarang saya tinggal di Bangau Sakti, Kost Putri Puan, no handphone saya  kamu semua bisa berteman dengan saya via facebook”, twitter “” atau via Blog saya di . alamat E-mail saya 
“I Love You Mom & Dad”
Salam ukhuwah selalu...by : Sulistia Ningsih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar