You’re
my everything
Ibuku
memang tidak seperti ibu teman-temanku yang lain, ibuku bukanlah seorang yang
memiliki title dibelakang namanya. Bahkan untuk menamatkan sekolah dasar saja
ibu tidak bisa. Tapi ibuku adalah sosok istimewa dalam hidupku. Dia memiliki cinta
luar biasa bagi suami dan anak-anaknya. Dari kecil ibu mengajariku dengan
sabar, bahkan yang takkan pernah aku lupakan adalah ketika aku mulai belajar
membaca, ibu tidak memiliki banyak buku bacaan untuk anak seusia ku, sementara
aku terus merengek minta buku bacaan baru. Ibu tak memiliki cukup uang untuk
membeli majalah baru untukku. Akhirnya ibu meminjam majalah Bobo kepada bude
yang rumahnya sangat jauh dengan berjalan kaki, karena masa itu kami tidak
mempunyai kendaraan.
Berkat
kesabaran ibu, aku bisa menjadi seperti sekarang. Ibu memang tidak
berpendidikan tinggi, tapi beliau mampu melahirkan kami yang kini dapat
mengenyam pendidikan tersebut. aku dan adikku termasuk anak yang berprestasi
disekolah, kami berdua tak pernah absen menjadi juara kelas. Ibuku tak pernah
menjanjikan hadiah apapun ketika aku mendapat juara kelas, bahkan ketika aku
mendapat juara umum pun, atau ketika aku lulus SMA dengan nilai tertinggi aku
juga tidak mendapatkan hadiah apa-apa dari orangtuaku. Mereka hanya berkata”tingkat
kan lagi prestasinya, jangan jadi sombong” itu saja. Tapi aku tahu, ibu bangga
padaku, aku tahu ibu bahagia memiliki kami. Biasanya ibu menyampaikan rasa
bangga dan bahagianya dengan memeluk dan mencium pipiku.itu sudah cukup bagiku,
itu adalah hadiah teristimewa yang tak kan mampu tergantikan dengan yang lain.
Kembali ke masa lalu
Tahun
2004 silam, kebahagiaan menjauh dari keluarga ku, yang datang adalah ujian dari
Allah kepada kami. Ketika aku baru saja duduk di kelas 3 SMP, masuk dalam kelas
unggulan, ibuku sakit. Ketika aku ingin memberikan kabar bahagia itu kepadanya,
ternyata kabar dukalah yang sampai ditelingaku terlebih dahulu. Pulang sekolah
aku tidak menemukan ibu dirumah, yang ada justru mbah putri. Tak lama kemudian
bapak datang untuk mengemasi baju ibu, kata bapak, dokter di tempat tinggalku
tidak mampu mengobati ibu, jadi ibu harus dibawa ke pekanbaru. Saat itu aku
takut, aku takut ibu pergi selama-lamanya, aku takut ibu tidak dapat menemaniku
sampai aku dewasa, aku takut tidak bisa bercanda lagi dengannya. Aku berkata
dalam tangis, dosa apa yang telah kubuat sampai ibuku sakit seperti ini, aku
berdoa,kalau Allah mengambil ibuku, tolong ambil nyawaku juga, aku ingin
bersama ibu selamanya.
Tapi,
ternyata Allah punya kehendak lain, ibuku sembuh, memang belum sepenuhnya
sembuh, tapi setidaknya kini ibu dapat berjalan dan beraktifitas lagi. Aku bersujud
syukur kepada-Nya. Aku tak dapat membayangkan bagaimana aku dapat hidup tanpa sosok
ibu disampingku. Ibu adalah guruku, dibalik ketidak sempurnaannya sebagai manusia,
ibu memiliki sejuta kelebihan dimataku. Sudah 7 tahun ibuku terkena stroke, penyakit itu telah membuang
semua harapan ibu untuk menjadi seorang istri yang mampu meringankan beban
suaminya.
Kini.......
Kebahagiaan
itu kembali menghampiri keluarga kami, ibu semakin membaik, meskipun berjalan
harus menggunakan tongkat. Tidak masalah bagiku, tak pernah terbesit rasa malu
didiriku memiliki ibu yang tidak bisa berjalan dengan sempurna, bahkan jujur
kukatakan, aku bangga memilikinya. Ibuku memiliki kesabaran luar biasa dalam
menanti kesembuhannya, semoga Allah selalu melindunginya. Amin.
Saat
ini ibu dan bapak hanya tinggal berdua dirumah, aku dan adikku berada
dipekanbaru untuk kuliah. Kini aku adalah mahasiswi semester 7 di Fakultas
Ekonomi yang tengah merampungkan skripsiku. Dari awal masuk kuliah aku
mendapatkan beasiswa,oleh karena itu, aku dituntut untuk mendapatkan IP yang
tinggi, hanya itulah yang dapat kulakukan untuk meringankan beban orangtuaku. Dengan
beasiswa itu aku dapat membelikan sedikit hadiah untuk ibu dan bapak, meskipun
sebenarnya mereka tak mengharapkan itu dari ku. Yang mereka harapkan adalah aku
jadi anak yang dapat mereka banggakan, aku tidak membuat malu mereka baik dimata
Allah maupun dimata manusia, itu sudah cukup baginya.
Assalamualaikum.wr.wb
Singkat
kata mengenai saya
Nama
saya Sulistia Ningsih, saya anak pertama dari 2 bersaudara dari pasangan Suyud
dan Rosida. Kuliah di Fakultas Ekonomi jurusan Akuntansi angkatan 2008.
Sekarang saya tinggal di Bangau Sakti, Kost Putri Puan, no handphone saya kamu semua bisa berteman dengan saya via facebook”,
twitter “” atau via Blog saya di . alamat
E-mail saya
“I
Love You Mom & Dad”
Salam
ukhuwah selalu...by : Sulistia Ningsih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar