Kamis, 13 Oktober 2011

LOCUS OF CONTROL


Lokus kontrol ( Locus of Control)
Elemen utama dari teori Rotter adalah konsep kontrol eksternal versus internal dari reinforcement, atau lokus kontrol (locus of control). Ada ekspektasi umum dimana tindakan individu sendiri akan menyebabkan munculnya hasil akhir yang diinginkan---- lokus kontrol internal (internal locus of control)------- atau terdapat keyakinan bahwa hal diluar diri, seperti kesempatan atau kekuatan lain, menentukan apakah hasil akhir yang diinginkan akan terjadi-------------- lokus kontrol eksternal (external locus of control). Rotter mengembangkan skala lokus kontrol internal-eksternal yang mengukur keyakinan individu tentang faktor penentu perilaku.
Rotter percaya bahwa individu memiliki disposisi yang stabil, selain peran penting dari situasi, dalam menentukan perilakunya. Dalam pandangan awalnya, Rotter melihat lokus kontrol sebagai variabel perbedaan individual yang stabil yang memiliki dua dimensi (internal dan eksternal) yang mempengaruhi berbagai perilaku dalam sejumlah konteks yang berbeda. Baru-baru ini, lokus kontrol ditemukan memiliki tiga dimensi yang cukup independen satu dengan yang lain--------internalitas, keberuntungan atau kesempatan, dan kekuatan lain (Levenson, 1981). Jadi, orang yang mengatribusikan faktor eksternal tidak hanya percaya bahwa peristiwa terjadi di luar kontrol mereka, tetapi mereka juga menganggap bahwa peristiwa tersebut terjadi karena kesempatan atau kekuatan lain.
Orang dengan lokus kontrol internal lebih brorientasi pada keberhasilan karena mereka menganggap perilaku mereka dapat menghasilkan efek positif dan juga mereka cendrung tergolong ke dalam high-achiever (Findley & Cooper, 1983). Orang dengan lokus kontrol eksternal cenderung kurang independen dan lebih mungkin menjadi depresif dan stres.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar