Lokus kontrol ( Locus of Control)
Elemen
utama dari teori Rotter adalah konsep kontrol eksternal versus internal dari reinforcement, atau lokus kontrol (locus of control). Ada ekspektasi umum
dimana tindakan individu sendiri akan menyebabkan munculnya hasil akhir yang
diinginkan---- lokus kontrol internal (internal locus of control)------- atau
terdapat keyakinan bahwa hal diluar diri, seperti kesempatan atau kekuatan lain,
menentukan apakah hasil akhir yang diinginkan akan terjadi-------------- lokus kontrol eksternal (external locus of control). Rotter
mengembangkan skala lokus kontrol internal-eksternal yang mengukur keyakinan
individu tentang faktor penentu perilaku.
Rotter
percaya bahwa individu memiliki disposisi yang stabil, selain peran penting
dari situasi, dalam menentukan perilakunya. Dalam pandangan awalnya, Rotter
melihat lokus kontrol sebagai variabel perbedaan individual yang stabil yang
memiliki dua dimensi (internal dan eksternal) yang mempengaruhi berbagai
perilaku dalam sejumlah konteks yang berbeda. Baru-baru ini, lokus kontrol
ditemukan memiliki tiga dimensi yang cukup independen satu dengan yang
lain--------internalitas, keberuntungan atau kesempatan, dan kekuatan lain
(Levenson, 1981). Jadi, orang yang mengatribusikan faktor eksternal tidak hanya
percaya bahwa peristiwa terjadi di luar kontrol mereka, tetapi mereka juga
menganggap bahwa peristiwa tersebut terjadi karena kesempatan atau kekuatan
lain.
Orang
dengan lokus kontrol internal lebih brorientasi pada keberhasilan karena mereka
menganggap perilaku mereka dapat menghasilkan efek positif dan juga mereka
cendrung tergolong ke dalam high-achiever
(Findley & Cooper, 1983). Orang dengan lokus kontrol eksternal cenderung
kurang independen dan lebih mungkin menjadi depresif dan stres.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar