sayup-sayup terdengar gesekan daun diujung sana.. aku tak tahu kalau ada sepasang pupil tengah menyipitkan mata untuk memandang lebih tajam. mungkin berniat untuk mengamati diriku yang mulai terkoyak oleh kekonyolan dunia.ya..aku tau itu... sedikit banyak cerita dari berbagai mulut telah membuktikan segelintir celah yang ada dalam diriku.. pahit rasanya..... begitulah. tapi entah kenapa tetap saja aku ingin merasakannya. karena bila rasa itu hilang, jasad ini juga akan hilang... jadi biarkan pahit itu tetap bertengger dalam diriku..
orang-orang hanya tersenyum getir ketika aku mulai menampakkan diri diujung gang... mereka menatapku hina.. keadaan ku emang seperti ini. jika kau tak suka, jangan kau biarkan mata mu menatapku...
selama ini aku cukup puas bila mereka menatapku seprti itu. itu berarti mereka masih menganggapku ada. tapi kenapa sekarang aku merasa berbeda....aku merasa tatapan mereka memudar pada ku. apa ini berarti aku kehilangan para simpatisan yang seperti biasa menatapku nanar....
bukan aku tak mau menampakkan diri... tapi aku tak sanggup.. awan tebal dan hitam menghalangiku. membuat sinarku tak lagi indah dipandang... tapi aku akan setia menunggu. hingga awan itu berlalu dari ku....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar